Mesum di hotel, 8 pasangan selingkuh diciduk polisi

MERDEKA.COM. Delapan pasangan selingkuh diamankan polisi, saat berduaan di kamar sebuah hotel di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kedelapan pasangan itu, diamankan oleh aparat Polres Sukoharjo, saat digelar Operasi Pekat. Saat berada di kamar hotel dan dilakukan pemeriksaan, mereka tak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan suami istri.

Kasubbag Humas Polres Sukoharjo, AKP I Nyoman Sudana mengatakan, kedelapan pasangan tersebut ditangkap di beberapa hotel, antara lain Hotel Kendedes di Sukoharjo Kota. Di hotel tersebut, polisi menangkap lima pasangan mesum.

"Kita amankan lima pasangan di Hotel Kendedes, saat kita gelar operasi dari sekitar jam 09.30 WIB hingga 10.30 WIB. Lima pasangan tersebut AR dengan TK, EH dengan WN, P dengan N, SM dengan W, N dengan A," ujar Nyoman kepada wartawan usai operasi pekat, di Mapolres setempat, Jumat (26/4).

Menurut Nyoman, delapan pasangan mesum ini kesemuanya telah berstatus menikah. Namun saat polisi mengamankannya, mereka tengah berdua di kamar bukan dengan suami atau istrinya masing-masing.

Selain Hotel Kendedes, operasi juga dilakukan di Hotel Setyorini di Kartasura. Di hotel ini polisi mengamankan tiga orang pasangan selingkuh, mereka yakni A dengan W, S dengan Y. Ketiganya diamankan saat berada di dalam kamar.

Terhadap kedelapan pasangan tersebut kepolisian akan memberikan pembinaan.

"Kita berikan pembinaan untuk mereka. Selain pembinaan mereka juga diwajibkan membuat surat pernyataan,"

Nyoman menuturkan, mereka baru akan diproses hukum jika ada pengaduan dari masing-masing pasangan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.