Mesut Ozil dan 6 Pemain yang Menderita Jadi Spesialis Cadangan di Awal Musim 2020-2021

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Musim 2020-2021 menjadi mimpi buruk bagi sejumlah pemain bintang. Mereka gagal pindah di bursa transfer, tetapi tidak masuk dalam rencana klub yang dibelanya. Status mereka serba gelap.

Mesut Ozil bisa menjadi contoh nyata bahwa pemain bintang tak menjamin posisinya di skuat utama. Ozil tidak masuk dalam daftar skuat Arsenal untuk Premier League dan Liga Europa 2020-2021.

Padahal playmaker asal Jerman itu adalah pemain yang cukup penting untuk Meriam London di era kepelatihan Arsene Wenger.

Meski sudah dibuang Arsenal, tetapi Mesut Ozil sampai saat ini belum memiliki niatan untuk hengkang dari Emirates Stadium. Bahkan, pemain berusia 32 tahun itu semakin termotivasi untuk bersaing mendapatkan posisi di skuat utamanya kembali.

Tak hanya Ozil saja, melainkan ada beberapa nama bintang lainnya yang bernasib sama. Lalu, siapa saja mereka?

Jesse Lingard

Manchester United siap melepas Jesse Lingard pada bursa transfer musim panas seharga 20 juta pounds (Rp352 miliar). (AFP/Catherine Ivill)
Manchester United siap melepas Jesse Lingard pada bursa transfer musim panas seharga 20 juta pounds (Rp352 miliar). (AFP/Catherine Ivill)

Sempat menjadi andalan di bawah kepelatihan Louis van Gaal dan Jose Mourinho tetapi sekarang Jesse Lingard mulai terdepak dari skuat utama Manchester United. Bahkan, Lingard belum pernah turun di pentas Premier League 2020-2021.

Padahal Lingard adalah pemain yang penting ketika United berhasil meraih beberapa gelar seperti Liga Europa, FA Cup, Community Shield, dan EFL Cup.

Faktor tersebut tak lain adalah kedatangan Bruno Fernandes yang langsung merebut posisi Lingard sebagai gelandang serang. Performa Fernandes yang impresif membuat Lingard otomatis terdepak dan menjadi penghangat bangku cadangan United.

Xherdan Shaqiri

Gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri berebut bola dengan pemain Midtjylland, Awer Mabil pada pertandingan grup D Liga Champions di stadion Anfield, di Liverpool, Inggris, Selasa (27/10/2020). Liverpool menang 2-0 atas Midtjylland. (Michael Regan/Pool via AP)
Gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri berebut bola dengan pemain Midtjylland, Awer Mabil pada pertandingan grup D Liga Champions di stadion Anfield, di Liverpool, Inggris, Selasa (27/10/2020). Liverpool menang 2-0 atas Midtjylland. (Michael Regan/Pool via AP)

Keputusan Xherdan Shaqiri hengkang dari Stoke City ke Liverpool pada tahun 2018 mungkin menjadi keputusan yang manis awalnya.

Pasalnya di tahun pertama berseragam The Reds, Shaqiri langsung menjadi bagian skuat Liverpool dan menjadi aset penting untuk Jurgen Klopp ketika memenangkan gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan Premier League.

Namun semenjak Diogo Jota menginjakkan kaki di Anfield pada bursa transfer musim panas lalu membuat winger asal Swiss tersebut mulai tersingkir dari skuat utama Liverpool. Tercatat, pemain berusia 29 tahun itu baru merumput tiga kali dari 11 laga The Reds.

John Stones

Pemain Manchester City, John Stones, berusaha menguatkan Gabriel Jesus usai ditaklukkan Lyon pada perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Sabtu (15/8/2020). Lyon menang 3-1 atas Manchester City.  (Franck Fife/Pool Photo via AP)
Pemain Manchester City, John Stones, berusaha menguatkan Gabriel Jesus usai ditaklukkan Lyon pada perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Sabtu (15/8/2020). Lyon menang 3-1 atas Manchester City. (Franck Fife/Pool Photo via AP)

Transfer John Stones ke Manchester City dari Everton dengan mahar 55,6 juta euro pada tahun 2016 menjadikannya sebagai bek termahal kedua di dunia. Sejatinya Stones adalah pemain yang cukup penting bagi City di awal kedatangannya dan membantu The Citizens meraih banyak gelar.

Namun, bek asal Inggris itu gagal memenuhi biaya transfer dan hype yang mengelilinginya ketika ia bergabung dengan City. Stones kerap kali melakukan kesalahan fatal dan tidak memiliki fisik serta kecepatan yang dituntut Pep Guardiola dari para beknya.

Berkat performanya itu, ia pun sering dicadangkan oleh Guardiola dan Manchester City juga telah menginvestasikan jutaan euro untuk bek tengah baru seperti Aymeric Laporte, Nathan Ake, dan Ruben Dias.

Antonio Rudiger

Pemain Manchester United Marcus Rashford berebut bola dengan pemain Chelsea Antonio Rudiger pada semifinal Piala FA di Wembley Stadium, London, Inggris, Minggu (19/7/2020). Chelsea sukses mengamankan tiket final Piala FA usai mengalahkan Manchester United 3-1. (Andy Rain, Pool via AP)
Pemain Manchester United Marcus Rashford berebut bola dengan pemain Chelsea Antonio Rudiger pada semifinal Piala FA di Wembley Stadium, London, Inggris, Minggu (19/7/2020). Chelsea sukses mengamankan tiket final Piala FA usai mengalahkan Manchester United 3-1. (Andy Rain, Pool via AP)

Dengan harga 35 juta euro dari AS Roma, Chelsea mendapatkan bek yang cocok untuk menggantikan posisi John Terry yaitu Antonio Rudiger. Di awal kedatangannya, Rudiger menjalani masa yang baik dengan kecepatan dan kekuatan fisik yang dibutuhkan lini belakang The Blues.

Namun, bek asal Jerman itu mulai kesulitan untuk masuk ke starting line-up Chelsea karena mengalami penurunan performa musim lalu.

Alhasil, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu menyelesaikan Premier League 2019/20 di tempat keempat dan dikritik karena penampilan defensif mereka.

Penderitaan Rudiger pun terus berlanjut ketika Chelsea mendatangkan bek veteran PSG, Thiago Silva yang membuat pemain berusia 27 tahun itu semakin kehilangan kesempatan bermain reguler.

Olivier Giroud

Pemain Kroasia Luka Modric (kanan depan) berebut bola dengan pemain Prancis Olivier Giroud pada pertandingan UEFA Nations League di Stadion Maksimir, Zagreb, Kroasia, Rabu (14/10/2020. Prancis menang dengan skor 2-1. (AP Photo/Darko Bandic)
Pemain Kroasia Luka Modric (kanan depan) berebut bola dengan pemain Prancis Olivier Giroud pada pertandingan UEFA Nations League di Stadion Maksimir, Zagreb, Kroasia, Rabu (14/10/2020. Prancis menang dengan skor 2-1. (AP Photo/Darko Bandic)

Olivier Giroud akan dikenal sebagai salah satu striker paling diremehkan di Premier League karena Giroud tidak seproduktif ketika dirinya berseragam Arsenal.

Namun, bomber asal Prancis itu berhasil kembali ke performa terbaiknya menjelang akhir musim 2019/20 lalu, pasca lockdown. Giroud mampu menggantikan penyerang muda Chelsea, Tammy Abraham sebagai striker utama The Blues.

Tetapi performa apiknya saat itu tak mampu mencuri hati Frank Lampard. Apalagi saat ini, Chelsea sudah memiliki penyerang muda berbakat asal Jerman, Timo Werner yang mulai menemukan tajinya sebagai juru gedor jempolan.

Dele Alli

Harry Kane (kiri), Dele Alli (tengah), dan Sergio Reguilon (kanan) merayakan kemenangan Tottenham Hotspur atas Manchester United dengan skor 6-1. (Alex Livesey/Pool via AP)
Harry Kane (kiri), Dele Alli (tengah), dan Sergio Reguilon (kanan) merayakan kemenangan Tottenham Hotspur atas Manchester United dengan skor 6-1. (Alex Livesey/Pool via AP)

Usai ditarik keluar pada pertengahan babak pertama laga pembuka Premier League melawan Everton, masa depan Dele Alli menjadi gelap di Tottenham Hotspur. Sang gelandang serang jarang masuk skuat utama klubnya.

Jose Mourinho hanya memainkannya di laga-laga Liga Europa, itupun mayoritas di antaranya sebagai pemain pengganti. Situasi itu terasa tak mengenakkan bagi Alli, yang jadi langganan XI musim lalu.

Jose kabarnya emoh memakai pemain berusia 23 tahun tersebut karena kurang memiliki daya juang. Ia dinilai sebagai pemain pemalas, yang tak mau bertahan saat kubu lawan menekan Spurs.

Nama Alli sempat dikaitkan dengan PSG. Hanya saja proses transfer tak terwujud karena PSG hanya mau meminjam sang pemain, sementara Spurs ingin ia dibeli secara permanen.

Sumber asli: Sportskeeda, Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Hendra Wijaya, Published 30/10/2020)

Video