Meta Hentikan Produksi Portal dan SmartWatch Pasca PHK Massal

Merdeka.com - Merdeka.com - Usai PHK massal yang menyebabkan 11 ribu orang hengkang, Meta dikabarkan menghentikan produksi layar pintar Portal dan smart watch mereka dalam townhall meeting pada Jumat (11/11).

Dilansir dari Reuters dan Engadget, Selasa (15/11), Portal yang dibuat sebagai perangkat untuk akses cepat ke layanan video call telah menikmati peningkatan penjualan selama pandemi ketika orang harus tinggal dan bekerja dari rumah. Namun, tampaknya kategori ini kurang diminati pasca pandemi, perusahaan pun mengubah strategi pada bulan Juni.

Saat itu, Portal diketahui hanya menguasai kurang dari 1 persen pasar global, bahkan meski digabung dengan peningkatan penjualan pada tahun 2021. Sekarang, perusahaan melalui CTO Meta Andrew Bosworth telah mengatakan bahwa produk itu tidak layak untuk dikembangkan.

"Itu hanya akan memakan waktu lama dan mengambil begitu banyak investasi untuk masuk ke segmen perusahaan, rasanya seperti cara yang salah untuk menginvestasikan waktu dan uang Anda," kata Bosworth dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, meski rencana kehadiran smartwatch Meta sempat bocor dan belum ditampilkan, tampaknya sekarang dunia tidak akan pernah melihatnya, kecuali Meta memutuskan untuk meninjau kembali perkembangannya di masa depan.

Bosworth mengatakan tim smartwatch akan beralih mengerjakan kacamata Augmented Reality (AR) perusahaan, pun setengah dari investasi Meta di Reality Labs telah digunakan untuk proyek AR-nya.

Selain mengumumkan penghentian produksi, para eksekutif juga mengungkapkan bahwa 54 persen orang yang diberhentikan berada di posisi bisnis, sementara sisanya memiliki peran teknologi. Tim di seluruh organisasi terpengaruh, bahkan karyawan dengan peringkat kinerja tinggi diberhentikan. Para eksekutif juga mengumumkan Meta membentuk divisi baru untuk memecahkan masalah teknik yang sulit.

Dalam laporan Reuters, tidak disebutkan apakah para eksekutif mengungkap kapan model Portal yang ada akan dihapus atau apakah akan tetap menjualnya. Mereka juga tidak menyebutkan kapan dukungan untuk perangkat saat ini akan berakhir.

Reporter magang: Dinda Khansa Berlian [faz]