Meta Klaim Pembaharuan Kebijakan Privasi Tak Kumpulkan Data Pribadi

Merdeka.com - Merdeka.com - Meta, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, telah melakukan revisi persyaratan layanannya dan memperbarui kebijakan privasinya. Hal ini terkait Meta yang dianggap menambang data pribadi para penggunanya.

Dilaporkan GizChina, Senin (30/5), Ini mencakup khususnya Facebook, Instagram dan Messenger, tetapi layanan lain seperti WhatsApp, Workplace atau Messenger Kids tidak termasuk, karena mereka memiliki kebijakan privasi sendiri-sendiri.

Perusahaan juga menegaskan perubahan itu dalam bentuk, menebalkan beberapa baris, menambahkan keterangan dan ilustrasi. Perubahan kebijakan privasi dan Persyaratan Layanan ini dirancang untuk menenangkan regulator yang bertugas mengawasi media sosial dan transparansinya kepada konsumen di seluruh dunia.

"Kami menuliskan ulang dan mendesain kembali Kebijakan Privasi untuk membuatnya lebih mudah dipahami dan lebih jelas tentang bagaimana kami menggunakan informasi pengguna," kata pihak Meta.

Tujuan update kebijakan privasi dan layanan tersebut adalah untuk memudahkan orang memahami sekaligus mencerminkan produk baru yang ditawarkan perusahaan.

"Persyaratan Layanan kami juga diperbarui, sehingga lebih baik dalam menjelaskan apa yang diharapkan dari kami dan bagi mereka yang memakai platform kami," tulis keterangan perusahaan.

Menariknya, Meta juga mengklaim tidak mengumpulkan data pengguna "dalam cara baru". Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan terus mengumpulkan data pengguna, seperti yang dilakukannya selama ini. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel