Metafora adalah Majas Perbandingan, Berikut Penjelasan dan Contohnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Metafora adalah salah satu jenis majas yang sering kali muncul di dalam buku pelajaran. Majas sendiri adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, atau dikenal juga dengan kiasan. Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang imajinatif atau berupa kiasan.

Penggunaan majas bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas digunakan dalam suatu karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu sehingga karyanya menjadi lebih hidup.

Ada berbagai macam majas dalam bahasa Indonesia, di antaranya majas perbandingan, majas sindiran, dan majan penegasan. Majas perbandingan contohnya alegori, metafora, hiperbola, hingga eufimisme. Majas sindiran misalnya ironi, sarkasme, hingga sinisme. Majas penegasan misalnya repertisi dan aliterasi.

Metafora adalah majas yang memakai perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Majas metafora ini termasuk ke dalam majas perbandingan. Contoh kalimatnya tentu akan menunjukkan perbandingan antara dua hal yang berbeda.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (10/6/2021) tentang metafora.

Metafora adalah

Metafora adalah. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)
Metafora adalah. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.

Metafora adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Metafora adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara langsung berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dan lain-lain.

Majas metafora adalah kiasan yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pokok dan bagian kedua. Bagian pokok menyebutkan hal yang dibandingkan, sementara bagian kedua sebagai pembandingnya. Posisi kedua bagian tersebut tidak perlu berurutan.

Contoh kalimat majas metafora adalah sebagai berikut:

Dia dianggap anak emas majikannya

Makna dari majas tersebut adalah kata dia dalam kalimat tersebut berarti seseorang yang sangat disayang oleh majikannya.

Contoh Kalimat Metafora

Contoh kalimat metafora adalah sebagai berikut:

- Senyumannya seindah embun pagi yang menyegarkan.

- Orang yang memakai kacamata sering dijuluki kutu buku.

- Pria yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat.

- Salah satu sikap baik adalah memiliki perasaan yang rendah hati.

- Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas, yaitu dengan belajar.

- Si jago merah berhasil melahap hampir semua perumahan yang ada di Depok.

- Kita harus mampu belajar untuk berlapang dada dalam menerima setiap ujian hidup.

Macam-Macam Majas Perbandingan

Ilustrasi Majas. Credit: unsplash.com/fotografi
Ilustrasi Majas. Credit: unsplash.com/fotografi

Pembagian majas didasarkan pada cara mengungkapkan makna kiasan dalam gaya bahasa yang digunakan. Ada majas perbandingan, majas sindirian, dan majas penegasan. Metafora termasuk ke dalam macam-macam majas perbandingan.

Majas perbandingan meliputi majas yang menggunakan gaya bahasa ungkapan dengan cara menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan yang lainnya, yakni melalui proses penyamaan, pelebihan, atau penggantian.

Di dalam majas perbandingan ini pun masih dapat dibagi ke dalam beberapa sub jenis seperti:

- Personifikasi, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Jenis-jenis majas dan contohnya seperti: daun papaya itu melambai-lambai seolah mengajak ku bermain bersama.

- Metafora, merupakan gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh penggunaan majas metafora adalah pria yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat.

- Asosiasi, merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya, wajah ayah dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.

- Hiperbola, merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal. Contohnya, pria itu memiliki semnagat yang keras seperti baja, tentu ia akan menjadi orang sukses.

- Eufemisme, merupakan gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus. Contohnya, kata kencing diganti dengan buang air kecil.

- Metonimia, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan istilah seseuatu untuk merujuk pada benda yang umum. Contohnya, bila haus, minumlah Aqua. Kata Aqua di sini dikenal sebagai sebuah brand air mineral yang sudah cukup terkenal.

- Simile, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan suatu ungkapan. Contohnya, anak kecil itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

- Alegori, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu obejk dengan kata kiasan. Contohnya, mencari wanita yang sempurna seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

- Sinekdok, merupakan majas yang terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

- Simbolik, merupakan gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel