metaNesia Raih Penghargaan Sebagai Ekosistem Metaverse Pertama di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Platform metaNesia meraih penghargaan "Pertama di Indonesia" sebagai platform ekosistem metaverse pertama. Penghargaan ini diberikan Infobrand.id dan Tras n Co Indonesia dalam perhelatan Info Brand Awards, kemarin.

metaNesia merupakan platform metaverse di bawah naungan Leap-Telkom Digital Telkom Indonesia.

Andrew Setiawan Tarigan, Senior Product Manager metaNesia, berharap penghargaan ini menjadi pemicu agar metaNesia mendapat kepercayaan dari konsumen terhadap platform metaverse yang dikembangkan.

"Harapannya penghargaan 'Pertama di Indonesia' ini dapat membuat metaNesia senantiasa terus berinovasi bagi perkembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia, serta menjadi wadah kreativitas untuk publik, kreator, dan merek," ujar Andrew dalam rilisnya.

Susilowati, CEO Media Infobrand Group, mengatakan penghargaan "Pertama di Indonesia" merupakan apresiasi dan pengakuan kepada perusahaan atas prestasi, inovasi, dan karya yang berhasil diciptakan guna meningkatkan daya jual produk atau jasa. metaNesia dinilai berhasil menjadi pionir di kategorinya sebagai ekosistem metaverse pertama di Indonesia.

"Penghargaan ini diberikan bagi perusahaan yang pertama meluncurkan inovasi dan yang pertama di Indonesia setelah dilakukan validasi serta pemeriksaan. Jadi kami melakukan proses riset terlebih dulu terhadap penilaian yang pertama di Indonesia," ujarnya.

Penghargaan "Pertama di Indonesia" diberikan setelah memenuhi tiga kriteria penilaian.

Pertama, The First Aspect. Yaitu perusahaan telah memenuhi unsur sebagai yang pertama di Indonesia.

Kedua, Evidence Aspect, yaitu nilai yang diukur berdasarkan alat bukti yang dimiliki perusahaan atau dapat divalidasi melalui pemberitaan di media sebagai yang pertama.

Ketiga, Validation Aspect, yang menjelaskan perusahaan terkait wajib menandatangani surat Validation Data and Disclaimer sebagai yang pertama di Indonesia atau dibuktikan dengan Online Validation Riset melalui mesin pencari dan media sosial.

Susi melihat ekosistem metaverse sangat baik dikembangkan dalam dunia pemasaran di era digital. Diyakini saat ini banyak brand yang membutuhkan marketplace yang memanfaatkan metaverse seperti yang ditawarkan metaNesia.

"metaNesia menjadi yang pertama di Indonesia yang menawarkan ekosistem metaverse sehingga bisa lebih dulu berlari meraih pasar lebih luas. Tantangannya adalah memperluas kolaborasi terhadap brand-brand yang memiliki potensi atau kepentingan untuk masuk ke dunia metaverse," tandasnya.

Salah satu yang ditawarkan metaNesia adalah metaverse mall, yang menawarkan jual-beli barang berupa NFT, dengan menerapkan prinsip phygital (physical & digital) yang memudahkan pengguna karena dapat menggunakan fiat money (rupiah).

Resmi beroperasi sejak 31 Juli 2022, metaNesia sudah menjalin beberapa kerja sama dengan merek terkemuka, seperti Honda dan Fruit Tea.

Kerja sama bersama Honda adalah menciptakan virtual showroom interaktif, yang mana pengunjung dapat melihat berbagai produk Honda secara 360 derajat, termasuk melihat bagian eksterior, interior, hingga mesin dan berbagai fitur.

Bahkan showroom Honda di metaNesia bisa menampilkan detail kendaraan seperti kolong mobil untuk melihat rangka, yang tidak bisa dilakukan di showroom dunia nyata.

"Sebagai platform baru di Indonesia, metaverse dapat dilirik sebagai model bisnis baru yang progresif dan juga sarana menyalurkan ide kreatif sehingga dapat dimanfaatkan oleh brand maupun kreator sebagai cara baru untuk untuk meningkatkan kinerja bisnis dan meningkatkan hasil yang diinginkan," pungkas Andrew. [sya]