Meteor Jatuh dan Meledak di Kanada, Dikira Rudal Nuklir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Alberta - Sebuah meteor dengan ekor biru tampak melesat melintasi langit di atas Alberta, Kanada. Penampakan itu telah memicu ratusan laporan ke organisasi pengamat meteor dengan beberapa warga mengira Kanada sedang diserang rudal nuklir.

Pada Senin 22 Februari malam, meteor itu dilaporkan menerobos atmosfer di atas Alberta, Kanada, di sebelah barat negara itu.

Dikutip dari Express, Rabu (24/2/2021), meteor jatuh itu menimbulkan ledakan dahsyat hingga bisa dilihat dari ujung perbatasan AS hingga ke lingkaran Arktik.

Beberapa kamera keamanan melihat fenomena tersebut, dengan garis terang yang sangat besar membumbung tinggi di langit.

Satu video menunjukkan ledakan yang begitu terang hingga menyebabkan bayangan di tengah malam saat seluruh wilayah menyala sesaat.

Penduduk Setempat Ikut Lihat Kejadian

Ilustrasi hujan meteor Perseid (Wikipedia)
Ilustrasi hujan meteor Perseid (Wikipedia)

Lebih dari 300 orang berbondong-bondong ke International Meteorogical Organization (IMO) untuk melaporkan penampakan mereka. Beberapa penduduk yang menyaksikan kejadian tersebut memberikan pernyataan mereka.

Seorang warga, Rosemary berkata, "Benar-benar mengira itu adalah ledakan di udara mengingat ukuran dan kecerahan lampu kilat."

Pernyataan serupa diungkap warga lainnya, Aamer. "Meteorit yang saya lihat unik karena terlalu terang dan seluruh langit menyala untuk waktu yang lebih lama."

"Juga itu baru saja melewati atas dengan jejak asap panjang yang terlihat selama beberapa detik lagi," tambahnya.

Warga lainnya, Ray menambahkan, "Itu sangat cerah, meninggalkan jejak putih yang terlihat di langit selama sekitar lima menit. Saya mengamati bintang setiap pagi dan menonton satelit. Objek ini berada tepat di garis pandang normal saya, dan saya melihatnya dengan jelas dari awal hingga akhir."

Berbeda dengan yang lainnya, Chris takut serangan nuklir akan datang, dengan mengatakan, "Untuk sepersekian detik, saya pikir itu adalah rudal nuklir atau sesuatu buatan manusia."

Untungnya, tidak ada rudal nuklir yang diluncurkan dan fenomena tersebut disebabkan batu luar angkasa yang memasuki atmosfer.

Pendapat Astronom

Ilustrasi (Foto: apod.nasa.gov)
Ilustrasi (Foto: apod.nasa.gov)

Astronom Dr Chris Herd dari University of Alberta mengatakan kepada radio Kanada 630 CHED Mornings, "Ini berarti bahwa beberapa jenis batu telah menembus atmosfer dan dari luar dipanaskan untuk memberi kita bola api terang yang ditangkap orang di kamera pintu mereka dan tempat lain."

Bola api tercipta ketika batuan luar angkasa menghantam atmosfer, dengan udara merembes ke dalam pori-pori, menyebabkannya meledak.

Pihak International Meteorogical Organization (IMO) mengatakan, "Bola api adalah meteor yang tampak lebih terang dari biasanya. Karena kecepatan mereka menghantam atmosfer bumi, fragmen yang lebih besar dari satu milimeter memiliki kemampuan untuk menghasilkan kilatan terang saat mereka menembus langit di atas."

"Meteor terang ini adalah yang kita sebut bola api dan sering menimbulkan rasa takut dan kagum bagi orang yang menyaksikannya," tambahnya.

Mungkin salah satu bola api paling terkenal yang menghantam bumi terjadi pada tahun 2013 ketika sebuah meteor meledak di atas Chelyabinsk, Rusia. Ledakan itu disebabkan meteor setinggi 20 meter dan menimbulkan kerusakan lebih dari £ 25.3 juta atau sekitar Rp 425 miliar di kota kecil Rusia.

Reporter: Veronica Gita

Infografis WNA Dilarang Masuk Indonesia Demi Cegah Varian Baru Covid-19

Infografis WNA Dilarang Masuk Indonesia Demi Cegah Varian Baru Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis WNA Dilarang Masuk Indonesia Demi Cegah Varian Baru Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: