Meteran Gas PGN yang Dicuri Ternyata Segini Harganya

Fikri Halim, Kenny Putra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pencuri meteran gas di Stasiun Gas Pulo Gebang, Cakung Barat, Jakarta Timur, berhasil diringkus pihak kepolisian. Pelaku yang berjumlah 3 orang ditangkap di flyover Pulomas saat mencoba melarikan diri.

Usut punya usut, alat yang dicuri oleh pelaku adalah volume corrector atau meteran gas. Pelaku mencuri dengan cara melompati pagar Stasiun Gas Pulo Gebang dan memotong kabel meteran gas tersebut.

"Yang dicari adalah 1 unit volume corrector milik PGN nilainya sebesar Rp40 juta. Alat ini adalah untuk mengontrol volume gas. Jadi (tindakan pencurian ini) sangat berbahaya," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Arie Ardian, Selasa, 5 Januari 2021.

Kepada pihak kepolisian, ketiga pelaku mengaku sudah dua kali melakukan pencurian, namun baru pertama kali mencuri meteran gas tersebut.

"Menurut keterangan tersangka akan dijual ke penjual barang-barang besi di Jakarta Utara dengan harga Rp5 juta," kata Arie.

Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kasus pencurian meteran gas tersebut, lantaran alat yang dicuri merupakan barang yang sangat spesifik. Ketiga pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

Sementara itu, pihak Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengaku sigap menangani insiden kebocoran Meter Regulating Station (MRS) Sektor Pulo Gebang itu. Begitu tiba di lokasi, Tim Penanganan Gangguan (TPG) PGN segera memasang barikade.

Selanjutnya tim melakukan penanganan terhadap kebocoran pada Pressure Tapp Stream MRS tersebut sesuai dengan SOP dan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Berdasarkan temuan di lapangan, kebocoran terjadi pada Pressure Tapp sensor kabel ke stream pipa MRS yang dirusak, karena ada oknum yang berusaha untuk mencuri sparepart EVC (Electronic Volume Corrector) di MRS sehingga terjadi kebocoran gas. Saat ini pencuri sudah diamankan oleh pihak kepolisian,” jelas Area Head PGN Jakarta Sheila Merlianty dalam keterangan tertulisnya.

Sheila mengungkapkan, TPG juga dibantu oleh pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. Dari insiden ini, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan sekitar lokasi. Sekitar pukul 08.15 WIB, penanganan sudah selesai dilakukan oleh tim TPG PGN.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini, termasuk kepada pelanggan PGN serta masyarakat sekitar lokasi atas ketidaknyamannya akibat insiden ini. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sikap tanggap dari masyarakat sekitar lokasi kejadian yang langsung mengabarkan kepada petugas PGN, sehingga insiden ini dapat segera diatasi,” ujar Sheila.

Sheila menambahkan, fasilitas gas bumi harus dikelola dari risiko kebocoran oleh semua pihak. “Termasuk oleh masyarakat apabila ada yang mendapati kejadian seperti ini bisa langsung dilaporkan ke contact center PGN di nomor 1500645,” ujarnya. (ase)