Metro Sepekan: Aipda Ambarita Dimutasi Buntut dari Geledah Ponsel Remaja, Kok Bisa?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam seminggu terakhir ada tiga berita yang menarik perhatian pembaca Liputan6.com. Aipda Ambarita dimutasi salah satunya.

Keputusan untuk memutasi Aipda Ambarita berawal dari viralnya video yang memperlihatkan anggota dari Banit 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur tersebut melakukan penggeledahan terhadap seorang remaja, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dinilai karena ada unsur pemaksaan saat menggeledah ponsel remaja tersebut, Aipda Ambarita diperiksa Propam Polda Metro Jaya. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan telah terjadi pelanggaran SOP, maka Ambarita akan diberi sanksi tegas.

Berita kedua terkait banjir setinggi 1 meter merendam perumahan Taman Narogong Indah, Bekasi hingga membuat aktivitas warga menjadi lumpuh. Tak sedikit pertokoan yang harus tutup karena terkena dampaknya.

Dari keterangan warga setempat, penyebab banjir sampai masuk ke permukiman lantaran kecilnya saluran air hingga tak mampu menampung debit air hujan yang turun dengan deras.

Sementara itu, perkembangan terkini kasus Covid-19 di Ibu Kota juga tak kalah jadi sorotan publik. Disebutkan bahwa akan adanya lonjakan kasus positif pada bulan Oktober ini.

Bahkan diprediksi bakal ada gelombang ketiga Covid-19 di akhir tahun 2021. Salah satu hal yang dapat memicu lonjakan tersebut dikatakan karena masih rendahnya pemberian vaksinasi.

Berikut berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

1. Viral Geledah Ponsel Remaja, Aipda Ambarita Dimutasi

ilustrasi by: Wawan
ilustrasi by: Wawan

Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran memutasi Banit 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur Aipda Monang Parlindungan Ambarita. Aipda Ambarita sempat viral di media sosial Twitter lantaran menggeledah ponsel milik seorang remaja.

"Iya benar (mutasi itu)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Ramadhan enggan merinci lebih lanjut terkait penyebab mutasi Aipda Ambarita.

Mutasi jabatan Aipda Ambarita tertuang dalam surat telegram (ST) nomor : ST/458/X/KEP./2021, tanggal 18 Oktober 2021. Ambar dipindah sebagai Bintara Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya.

Selain Ambarita, Kapolda Metro juga memutasi Aiptu Jakaria. Banit 9 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu dimutasi sebagai Bintara Bidang Humas Polda Metro Jaya. Belum diketahui pasti penyebab pemutasian Aiptu Jakaria.

2. Perumahan di Bekasi Dikepung Banjir Hingga Satu Meter

Banjir merendam rumah warga di Desa Sindangsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021). Sebagian rumah warga masih terendam banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Citarum dan luapan Sungai Ciherang. (merdeka.com/Imam Buhori)
Banjir merendam rumah warga di Desa Sindangsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021). Sebagian rumah warga masih terendam banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Citarum dan luapan Sungai Ciherang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Perumahan Taman Narogong Indah, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir akibat hujan yang mengguyur sepanjang Senin 18 Oktober 2021. Ketinggian air disebutkan berkisar 80 sentimeter hingga 1 meter.

Akibat dikepung banjir, aktivitas warga pun menjadi terhenti. Sejumlah pemilik toko yang berada di jalan utama perumahan, juga memilih untuk menutup tempat usaha mereka.

Sejumlah kendaraan baik roda dua maupun empat yang nekat menerjang banjir, mengalami mati mesin, sehingga terpaksa didorong dengan bantuan dari warga sekitar.

Menurut warga setempat, wilayah mereka kerap menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan saluran air yang berada di dekat perumahan cenderung kecil, sehingga tak dapat menampung debit air ketika hujan deras mengguyur.

"Saluran air yang ke belakang itu emang kecil. Airnya jadi kurang lancar gitu. Sering, di sini sering banjir," kata Musdalifah, warga setempat, Selasa (19/10/2021).

3. Kasus Covid-19 di Jakarta Disebut Mulai Bermunculan pada Oktober

Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Staf medis divisi penyakit tropis dan infeksi penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Adityo Susilo meminta semua pihak waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Sebab, sejak pemerintah melakukan relaksasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mobilitas penduduk meningkat.

"Kita saat ini bersyukur, saya yakin mayoritas tenaga kesehatan di Jakarta dan tentu harapannya di seluruh Indonesia, sejak Agustus kemarin kita sudah mulai mengalami relaksasi, September relaksasi, sangat luar biasa. Kasusnya sangat sedikit sekali, namun hati-hati," katanya saat Webinar TIM Mitigasi IDI yang dikutip Merdeka.com, Minggu (17/10/2021).

Wakil Sekjen PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) ini mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah di Jakarta mulai bermunculan kembali.

"Di bulan Oktober ini, tempat saya swasta berpraktik sudah mulai lagi berdatangan kasus-kasus Covid yang baru. Jadi artinya, di bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru dan kita harus waspada," ujarnya.

Staf medis dan anggota komite medik Rumah Sakit Medistra ini kemudian menyinggung prediksi gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang akan terjadi pada akhir tahun 2021. Prediksi tersebut, kata Adityo, patut diwaspadai.

"Isu gelombang ketiga ini prediksi di akhir tahun karena nanti berhubungan dengan pergerakan manusia saat itu. Jadi saya pikir penting untuk kita selalu waspada dengan Covid-19 karena memang penyakit ini masih ada di sekitar kita," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel