Metro Sepekan: Kurikulum SMA 2022, Siswa Bisa Meramu Kombinasi Pelajaran Sesuai Minat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kurikulum prototipe, salah satu kurikulum pendidikan nasional yang disebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bisa dipakai sekolah untuk pembelajaran.

Kurikulum ini dikatakan bersifat opsional bagi satuan pendidikan yang berminat menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran.

Bila kurikulum ini diterapkan, para siswa bisa meramu mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

Dalam sepekan terakhir berita lainnya yang tak kalah mendapat sorotan terkait sosok pemain Go Ahead Eagle yang diberitakan memiliki darah Ambon dari sang kakek dan neneknya.

Ragnar Oratmangoen, kini tengah diincar oleh pelatih Timnas Indonesia, yaitu Shin Tae-Yong untuk membela tim skuad Merah Putih. Dia disebut-sebut akan menggantikan Kevin Diks.

Sementara itu, Embassy Club SCBD belum lama ini menjadi sorotan saat pihak keamanan diduga menghalangi kerja polisi saat melakukan razia.

Untuk diketahui, razia dilakukan karena Embassy Club telah melanggar batas jam oprasional di tengah kebijakan pemerintah terkait PPKM guna menekan penyebaran Covid-19.

Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

1. Kurikulum SMA 2022 Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 1 Kota Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan Provinsi Banten uji coba PTM di SMA di Kota Tangerang secara terbatas dengan sistem bergiliran serta menerapkan protokol kesehatan ketat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 1 Kota Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan Provinsi Banten uji coba PTM di SMA di Kota Tangerang secara terbatas dengan sistem bergiliran serta menerapkan protokol kesehatan ketat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo mengatakan kurikulum prototipe pada tahun 2022 bersifat opsional. Dia menyebut sekolah dapat menerapkan kurikulum ini untuk pembelajaran.

"Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran," kata Anindito kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

Menurut dia, kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Sehingga, para siswa SMA bisa menekuni mata pelajaran sesuai minatnya secara lebih fleksibel.

Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, kata Anindito, siswa kelas 11 dan 12 diperbolehkan meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

Selengkapnya...

2. Dilirik Pelatih Shin Tae-Yong Jadi Pemain Naturalisasi, Ini Sosok Ragnar Oratmangoen

Ragnar Oratmangoen jadi salah satu pemain yang akan dinaturalisasi (dok.Instagram/@oratmangoen/https://www.instagram.com/p/CPI8LPPB9KR/Komarudin)
Ragnar Oratmangoen jadi salah satu pemain yang akan dinaturalisasi (dok.Instagram/@oratmangoen/https://www.instagram.com/p/CPI8LPPB9KR/Komarudin)

Tak sedikit pemain di skuad Merah Putih yang memiliki darah campuran Indonesia. Salah satu nama yang kini tengah hangat jadi pembicaraan adalah Ragnar Oratmangoen.

Siapa dia? Ragnar adalah pemain Go Ahead Eagles di Eredivisie atau kasta teratas Liga Belanda. Dia berada di posisi winger kanan.

Usut punya usut, Ragnar memiliki darah campuran Indonesia dari sang kakek dan neneknya yang berasal dari Maluku.

Nama pemuda berusia 23 tahun tersebut saat ini tengah mencuat seiring pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong meminta kepada PSSI untuk menaturalisasi sejumlah keturunan di Eropa untuk membela Timnas.

Sebelumnya ada empat nama yang mencuat, yaitu Sandy Walsh, Kevin Diks, Jordi Amat, dan Mees Hilgeers. Namun, belakangan dia mengganti Kevin Diks dengan Ragnar Oratmangoen.

Selengkapnya...

3. Akui Salah, Sekuriti yang Halangi Polisi Menindak Embassy Club SCBD Dipulangkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan memberikan keterangan saat rilis kasus mutilasi Bekasi di Jakarta, Minggu (28/11/2021). Dalam kasus mutilasi dengan korban seorang driver ojol berinisial RS (28) tersebut, polisi berhasil meringkus dua tersangka. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan memberikan keterangan saat rilis kasus mutilasi Bekasi di Jakarta, Minggu (28/11/2021). Dalam kasus mutilasi dengan korban seorang driver ojol berinisial RS (28) tersebut, polisi berhasil meringkus dua tersangka. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Polisi memulangkan sekuriti yang sempat diamankan saat razia Embassy Club di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sekuriti dituding menghalangi tugas polisi menindak tempat hiburan malam tersebut karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, polisi telah menginterogasi sekuriti beserta manajer Embassy. Kepada polisi, mereka menyadari kesalahannya.

"Kami minta keterangan mereka dan mereka sadari kesalahan," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (20/12/2021).

Zulpan menerangkan, sekuriti dan manajer telah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan kembali.

Dia mengatakan, mereka pun berkomitmen mematuhi protokol kesehatan selama PPKM. Zulpan juga menyebut, kesediaan pengelola memasang apilkasi PeduliLindungi.

Selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel