Metro Sepekan: Tragedi Septic Tank Meledak hingga Kabar Ahmad Dhani Bebas

Liputan6.com, Jakarta - Septinc tank milik seorang warga Cakung, Jakarta Timur, meledak pada Selasa siang, 5 November 2019. Ledakan tersebut menewaskan salah satu petugas penyedot tinja berinisial S (44). Pemicu ledakan diduga korban membakar koran, lalu dimasukkan dalam septic tank.

Dari keterangan polisi, hal ini dilakukan guna menyakinkan pemilik rumah, bahwa lubang septinc tank telah bersih. Banyaknya endapan gas methan di dalam lubang menyebabkan ledakan besar terjadi hingga terdengar dalam radius 20 meter. 

Warga sekitar bahkan menyebut ledakan septic tank tersebut seperti suara bom yang meledak. 

Kabar sepekan terakhir yang tak kalah menjadi perhatian, ungkapan kuasa hukum Ahmad Dhani yang menyatakan pentolan grup band Dewa itu akan bebas Desember 2019.

Diketahui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Ahmad Dhani 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan penjara atas dugaan ujaran kebencian (hate speech). Namun, kemudian putusan tersebut ditetapkan menjadi 1 tahun penjara.

Kabar terbarunya lainnya, usai bebas suami dari Mulan Jameela ini bakal mencoba peruntungannya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Surabaya.

Berikut ulasan berita-berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:

Septic Tank Meledak Tewaskan Penyedot Tinja

Septic Tank Meldak di Cakung (Foto:Liputan6)

Satu korban tersebut adalah S (44) yaitu sopir truk tinja yang saat itu sedang bekerja. Bersama timnya, S menyedot tinja pada pukul 11.00 WIB.

Selesai menyedot tinja, S lalu membakar koran dan memasukkannya ke septic tank. Hal tersebut dilakukan agar pemilik rumah yakin kalau penyedotan telah selesai.

"Untuk meyakinkan yang mempunyai rumah, sopir truk tinja mengambil koran lalu membakar koran tersebut lalu dimasukkan dalam septic tank telah padam," kata Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa kemarin.

Usai S mendapatkan uangnya sebagai upah penyedotan dari sang pemilik rumah, tak lama septic tank meledak hingga menyebabkan sopir tersebut terjatuh ke septic tank dan meninggal dunia.

Dalam video yang beredar, satu rekannya ikut terpental dan mengalami luka cukup parah. Saat itu keduanya tepat berdiri di tengah lubang sebelum akhirnya meledak.

Tom menambahkan, apa yang dilakukan korban adalah tindakan yang ceroboh. Biasanya mengecek menggunakan senter, tapi ini korban memakai koran yang dibakar.

"Ini kecelakaan kerja. Biasanya petugas WC untuk memastikan konsumen bahwa septic tanknya bersih pakai senter. Mungkin kali ini ceroboh jadi pakai koran dibakar," ucap dia.

Ahmad Dhani Bebas Desember 2019?

Gaya terdakwa Ahmad Dhani usai menjalani sidang lanjutan atas kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11). Sidang beragendakan pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pengacara musikus Ahmad Dhani, Hendarsam mengatakan, kliennya diperkirakan akan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta pada Desember 2019. Dia pun membantah Dhani akan keluar dari penjara hari ini.

Ahmad Dhani tersandung dua kasus. Kasus pertama dugaan ujaran kebencian (hate speech) yang ditangani oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim memvonis Ahmad Dhani 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan penjara.

Pengadilan Tinggi Jakarta kemudian memutuskan hukuman yang dijalani Ahmad Dhani menjadi 1 tahun penjara.

"Mengubah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Sel tanggal 28 Januari 2019. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun," ujar Majelis banding PT Jakarta, seperti tertulis di situs Mahkamah Agung RI,  Rabu 13 Maret 2019.

Ahmad Dhani sebelumnya dikabarkan berencana untuk maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Surabaya. Hal ini dibuktikan dari formulir pendaftaran untuk maju sebagai kepala daerah melalui Partai Gerindra benar-benar telah diambil oleh relawannya.

Saat Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan

Awan mendung menggelayut di langit Jakarta, Kamis (1/2). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan dari sedang hingga tinggi akan terjadi hingga 1 minggu ke depan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebagian besar wilayah DKI Jakarta telah memasuki musim hujan di akhir Oktober atau awal November. Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko menyebut, wilayah Jakarta Selatan yang paling sering diguyur hujan.

"Sedangkan untuk wilayah Jakarta bagian utara di antara dasarian November-Desember," kata Hary saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin, 4 November 2019.

"Potensi hujannya dapat dimungkinkan terkadang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," ucapnya.

Sementara, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan menyatakan, pihaknya telah menyiapkan cara mengantisipasi adanya banjir pada musim hujan tahun ini.

Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Satu di antaranya dengan menggandeng kelurahan membersihkan saluran air dan drainase.

"Berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kesiapan melakukan pengangkatan sampah-sampah yang berada kali dan di pintu-pintu air," ucap Ridwan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: