Metro TV Dituding Sengaja Plesetkan Nama Lutfi  

TEMPO.CO, Semarang - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah  akan memanggil pengelola Metro TV, Rabu, 20 Februari 2013, karena pembawa acara Eva Julianti menyebut bekas Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dengan kata-kata Sapi. 

»Dia menyampaikan…Sapi, eh Luthfi ditangkap KPK, Rabu, 13 Januari 2013…. Saat itu, Lutfi ditangkap KPK dalam kasus suap daging impor sapi,” ujar Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Zainal Abidin, Senin, 18 Februari 2013.

Menurut Zainal, Metro TV diduga melakukan pelecehan martabat manusia pada acara Metro Highlights, 9 Februari, sekitar pukul 18.05. Zainal mengatakan, jika terbukti memenuhi unsur pidana penyiaran, misalnya sengaja memplesetkan Lutfi dengan sapi, KPID akan melaporkannya ke kepolisian. 

KPID juga memanggil empat stasiun televisi lainnya, yakni TRANS 7, GLOBAL TV, serta dua stasiun televisi lokal, TVKU Semarang dan TA TV Solo. »Mereka diduga melakukan pelanggaran isi siaran sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),” kata Zainal.

Global TV, dalam acara 100% Ampuh, 2 Februari 2013, sekitar pukul 14.30, diduga melanggar kesopanan dan kepantasan. Dalam tayangan itu, pembawa acara memaksa dua penonton mencium ketiak Wendi Cagur untuk mendapat hadiah uang. Bahkan pembawa acara lain, Ayu Hastari, ikut menekan kepala mereka di ketiak Wendi. »Itu perilaku tayangan kemproh dan ngawur, tidak mendidik sama sekali,” kata Zainal. 

Sedangkan dugaan pelanggaran Trans 7 terjadi dalam tayangan acara Opera Van Java, 22 Januari 2013, sekitar pukul 20.00. Zainal menyatakan anak-anak dan remaja umur belasan tahun diajak bernyanyi lagu Susis yang dipopulerkan Sule. »Anak di bawah umur disuruh nyanyi lagu liriknya, ‘suami-suami takut isteri’,” kata Zainal. 

Adapun dua stasiun televisi lokal, TA TV dan TVKU, melanggar pidana   tayangan cabul dan klip video musik yang menonjolkan seksualitas. KPID Jawa Tengah juga memanggil lima stasiun radio yang mengiklankan pengobatan alternatif. »Siaran seperti itu menyesatkan masyarakat,” ujarnya. 

ROFIUDDIN

 

Berita Terpopuler Lainnya

Pengakuan Kolega Maharani Suciyono: 60 Juta/Bulan! 

Wawancara Mucikari Ayam Kampus

Tujuh Partai Bergabung dengan PAN

Isak Tangis Warnai Ulang Tahun Raffi Ahmad

Sebab Meteor Rusia Tak Terdeteksi

Anas : Pidato SBY Sudah Jelas Top

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.