Michael Jordan soal kepergian Kobe Bryant: sebagian diri saya mati

Los Angeles (AP) - Michael Jordan mengatakan dia tidak menganggap Kobe Bryant sebagai saingannya untuk mendapat kehormatan sebagai pemain basket terbaik sepanjang masa.

Ia justru menjadi sayang pada Bryant, yang ia anggap seorang adik yang ia tak pernah punya, juga sebagai murid yang bersemangat ingin belajar dari pengalaman dan keterampilan Jordan.

"Dia ingin menjadi pemain basket sebaik mungkin," kata Jordan, Senin, dalam acara mengenang Bryant di Staples Center. "Dan ketika saya mengenal dia, saya ingin menjadi kakak terbaik baginya sebisa mungkin."

Jordan tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kata-kata itu dalam pidatonya yang mengharukan. Pidato itu bercerita tentang persahabatannya, yang sebagian besar tidak dipublikasikan, dengan Bryant. Kobe Bryant meninggal bersama putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, dan tujuh orang lainnya dalam kecelakaan helikopter pada 26 Januari.

"Waktu Kobe Bryant meninggal, sebagian dari saya ikut mati," kata Jordan. “Dan ketika saya melihat (di sekitar) arena ini dan di seluruh dunia, sebagian dari diri kalian mati, kalau tidak, kalian tidak akan berada di sini. Itulah kenangan yang harus kita jalani dan kita pelajari darinya. Mulai hari ini dan seterusnya, saya akan hidup dengan kenangan saudara kecil yang saya coba bantu itu dengan segala cara yang saya bisa. Istirahatlah dengan tenang, adikku.”

Komentar tulus dari Jordan, miliarder yang relatif pemalu pemilik Charlotte Hornets, menjadi perhatian utama dalam upacara yang berlangsung selama dua jam itu. Jordan juga memperlihatkan sikap yang mengesankan dalam acara tersebut ketika dia melangkah untuk membantu Vanessa Bryant turun dari panggung usai Vanessa menyampaikan pidato perpisahan dengan suami dan putrinya.

Karier Bryant bersama Los Angeles Lakers mulai melesat pada akhir 1990-an pada saat Jordan akan mengakhiri karier hebatnya dengan Chicago Bulls. Kedua shooting guard dengan permainan menyerang yang agresif namun halus itu bersaing ketat satu sama lain. Jordan awalnya tidak ingin menyerahkan posisi kepada Bryant sebagai superstar berikutnya.

Tetapi setelah keduanya lebih mengenal satu sama lain, Bryant membombardir Jordan dengan panggilan telepon pada larut malam, melancarkan pertanyaan soal bagaimana caranya meningkatkan kemampuan. Ketika Jordan, yang sudah pensiun, melakukan perjalanan ke Los Angeles untuk mengunjungi Phil Jackson, mantan pelatih Bulls yang kemudian menangani Lakers, Jordan disambut oleh Bryant -yang langsung menanyakan apakah Jordan membawa sepatu agar mereka bisa bermain.

"Di mana pun dia melihat saya, dia melihat tantangan," kata Jordan. "Dan saya mengaguminya karena semangatnya. Kita jarang melihat seseorang yang mencari kesempatan dan berusaha meningkatkan diri setiap hari, tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga sebagai orang tua, sebagai seorang suami. Saya terinspirasi oleh apa yang dia lakukan dan apa yang dia jalani bersama Vanessa, dan apa yang dia jalani dengan anak-anaknya."

Bryant terus memiliki pertanyaan, bahkan setelah pensiun. Baru beberapa bulan yang lalu, Bryant mengirim pesan singkat kepada Jordan. Ia bertanya bagaimana cara mengajar Gigi Bryant, yang bercita-cita menjadi pemain profesional bola basket.

Jordan adalah pencetak angka terbanyak kelima dalam sejarah NBA dengan total 32.292 poin. Bryant, yang bermain 274 pertandingan lebih banyak, melewati pencapaian Jordan itu dalam daftar skor karier selama musim kedua sebelum akhir Desember 2014.

Sebanyak 33.643 poin yang dicetak Kobe saat ini menempatkannya di urutan keempat, di belakang Kareem Abdul-Jabbar, Karl Malone dan LeBron James.

Jordan enam kali merebut gelar juara bersama Bulls, sementara Bryant menang lima kali dan mencapai tujuh Final NBA bersama Lakers.

Para penggemar menghabiskan beberapa dekade membandingkan Jordan dengan Bryant, juga membandingkan keduanya dengan LeBron James. Jordan tidak tertarik dengan dengan permainan itu.

"Kobe tidak pernah meninggalkan apa pun di lapangan, dan saya pikir itulah yang dia ingin kita lakukan," kata Jordan. “Tidak ada yang tahu berapa banyak waktu yang kita miliki. Itu sebabnya kita harus menghargai hidup pada saat ini. Kita harus menikmati momen itu. Kita harus mengulurkan tangan dan melihat serta menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan keluarga dan teman-teman kita serta orang-orang yang benar-benar kita cintai. ”

Jordan menangis beberapa kali saat menyampaikan pidato hingga menciptakan kesunyian pada acara yang khidmat itu.

Dia sangat menyadari ada meme Crying Jordan. Dalam foto yang dikeluarkan oleh Associated Press itu, wajah Jordan terlihat berlinang air mata saat upacara penobatan Hall of Fame Bola Basket 2009-nya ditumpangkan pada atlet-atlet dan tokoh masyarakat yang kalah atau mengecewakan.

"Sekarang dia membuat saya terjebak. Saya terpaksa harus melihat meme menangis berikutnya ... " kata Jordan, yang ditimpali suara tawa riuh.

"Saya tadinya bilang sama istri saya, saya tidak mau melakukan ini karena saya tidak ingin melihat (meme) itu selama tiga atau empat tahun ke depan," tambah Jordan. “Itulah yang dilakukan Kobe Bryant pada saya. Saya yakin Vanessa dan teman-temannya semua bisa mengatakan hal yang sama. Dia tahu bagaimana membuat kita merasa dekat secara pribadi. Kalaupun dia menyebalkan, kita punya perasaan sayang terhadapnya dan cara dia membuat kita melakukan hal terbaik, dan dia sudah melakukan itu untuk saya."