Michelin Bawa Ban Salju ke Monza untuk Antisipasi

Markus Lüttgens
·Bacaan 3 menit

Reli Monza, 4-6 Desember mendatang, bukan hanya menjadi lomba putaran terakhir (ketujuh) Kejuaraan Dunia Reli (WRC) 2020. Ajang tersebut sekaligus menjadi kiprah terakhir Michelin sebagai pemasok ban untuk hampir seluruh tim.

Karena itulah pabrikan asal Prancis tersebut akan mempersiapkan segalanya, termasuk langkah-langkah antisipasi terhadap situasi di luar dugaan. Salah satunya dengan dengan membawa ban jenis keempat untuk Reli Monza meskipun sudah menurunkan dua jenis ban kering berbeda dan satu ban basah (hujan).

Ban salju yang dibawa Michelin ke Italia bagian utara – Provinsi Monza-Brianza, pusat Reli Monza – tersebut terdiri dari ban salju tipe ringan (light snow) dan berat (heavy snow).

“Kami akan membawa ban salju ke Reli Monza tahun ini,” ucap Arnaud Remy, Manajer Program WRC Michelin.

Remy menyebut, pihaknya menduga ban salju ini bisa seraya menyebut pihaknya ingin menguji ban ini untuk beberapa trayek khusus (SS) yang digelar pada Minggu.

“Kami sudah menyampaikan kekhawatiran ini kepada FIA soal SS pada Sabtu,” tutur Remy. “Pada hari itu, SS dilangsungkan di utara Bergamo, di kaki pegunungan Alpen. Es dan salju sangat mungkin turun pada awal Desember.”

Regulasi Larang Pemakaian Ban Keempat

Meskipun begitu, menurut aturan WRC dan FIA, penggunaan ban salju untuk Reli Monza nanti tidak mungkin dilakukan. Hanya tiga jenis ban berbeda yang boleh digunakan di setiap lomba WRC. Jumlah itu sudah dipenuhi oleh dua jenis ban kering berbeda dan satu ban basah.

Michelin sendiri menegaskan bila keputusan mereka membawa ban salju tak lain untuk persiapan jika terjadi kondisi di luar perkiraan (force majeure).

Baca Juga:

Sesi Tes Reli Monza Krusial bagi Evans Ogier Siap Jegal Evans Raih Titel WRC 2020 Morbidelli Bergabung dengan Hyundai di Reli Monza

“Mungkin saja kami membawa ban tersebut dari Clermont-Ferrand (lokasi pabrik Michelin) ke Monza dan mengembalikan ban tersebut ke Clermont-Ferrand tanpa mengeluarkannya dari truk,” ucap Remy.

“Kami hanya tidak ingin mengambil risiko pada lomba WRC terakhir kami. Jadi, tak masalah ban (salju) ini dipakai atau tidak nantinya. Yang pasti, kami sudah menyiapkannya.”

Kemungkinan Reli Monza akan berlangsung dalam kondisi bersalju bukan hanya menjadi tantangan bagi para mekanik dan teknisi tim-tim WRC. Reli Monza sejatinya berlangsung di lintasan aspal. Tetapi, beberapa SS juga memiliki medan gravel (kerikil) kendati tidak banyak.

Gravel Tidak Masalah buat Ban Kering

Remy sendiri sangat yakin ban kering keluaran Michelin tidak akan menemui kendala saat melibas gravel di Reli Monza. Pengalaman menghadapi Reli Jerman yang juga berlangsung di medan aspal menjadi acuan Michelin.

“Ban-ban kering ini pernah kami turunkan di Panzerplatte,” ujar Remy seraya menyebut beberapa bagian SS Reli Jerman di fasilitas milik militer (untuk pengujian tank) di Baumholder juga tidak mulus karena serpihan aspal yang lepas.

“Kami lihat area gravel seperti jalan aspal yang sangat kotor. Di beberapa area mungkin bisa menyulitkan kru. Tapi, itu bukan alasan bagi mereka untuk meminta ban gravel,” kata pria asal Prancis itu.

Michelin mulai bekerja sama dengan WRC sebagai pemasok ban resmi, menggantikan Pirelli, pada 2011. Sejak saat itu, Michelin memasok ban untuk semua tim pabrikan.

Dalam kurun waktu itu hingga kini, satu-satunya pereli yang mampu memenangi lomba bukan dengan ban Michelin adalah Elfyn Evans yang menguasai Reli Inggris 2017 dengan ban DMACK.

Tahun lalu, Pirelli memenangi tender untuk menggantikan posisi Michelin di WRC mulai 2021 sampai 2024. Pabrikan ban asal Italia itu sudah terlibat di WRC sejak 1973. Bagi Pirelli, ini kali kedua mereka menjadi pemasok ban resmi di WRC setelah 2008-2010.