Mick Schumacher dan Ferrari Miliki Ikatan Emosional

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Ferrari telah menegaskan bakal membawa pembalap dari akademi mereka yang berada di Formula 2 ke kelas premier pada 2021. Gagasan itu didukung oleh para petinggi Haas, yang melihat rookie merupakan hal menarik.

“Tentu saja ada risiko membawa pembalap pemula dengan sedikit data yang tersedia. Tapi kami ada untuk membantu Anda,” kata Prinsipal Haas, Gunther Steiner, kepada Speedweek.com.

“Keuntungannya adalah Anda dapat mengarahkan mereka ke arah perkembangan tertentu dan mereka juga memiliki kesempatan untuk tumbuh besar bersama tim.”

Sejak masuk ke Formula 1 pada 2016 lalu, Haas belum pernah memasangkan dua pembalap muda di dalam timnya. Dalam empat tahun terakhir, mereka juga mengandalkan Romain Grosjean dan Kevin Magnussen.

Tetapi, kerja sama mereka dipastikan bakal berakhir pada akhir tahun ini. Hingga saat ini, Haas belum menentukan siapa yang akan memperkuat tim mereka pada tahun depan.

“Saya tidak ingin menganggap remeh risikonya. Kami hanya berpikir sedikit berbeda dari tim lain,” kata Steiner. “Saya ingat ketika orang bertanya mengapa kami menahan Romain Grosjean begitu lama di tim. Kami tidak melakukan apa yang orang lain lakukan. Kami melakukan apa yang menurut kami masuk akal. Hasilnya akan menunjukkan apakah kami benar.”

Baca Juga:

Mick Schumacher beraksi di mobil F1 Michael Schumacher Mick Schumacher disebut punya potensi sukses di F1

Kosongnya kursi Haas diprediksi bakal diisi oleh pembalap muda asal akademi Ferrari, salah satunya Mick Schumacher. Anak dari Michael Schumacher itu saat ini juga sedang berada di urutan pertama dalam klasemen sementara Formula 2.

Paman Schumacher Jr, Ralf Schumacher, optimistis dengan masa depan keponakannya tersebut. Menurutnya, pria 21 tahun itu akan sukses jika berada di tim yang tepat.

“Segalanya yang ada di Formula 1 bagus untuk Mick. Saya rasa situasi di Haas sedikit berubah. Ferrari dan Haas semakin dekat,” kata Ralf Schumacher.

“Ferrari telah berinvestasi bear untuk Mick, secara finansial, bahkan ada ikatan emosional. Seseorang harus berusaha untuk mendukung Haas secara teknis. Semoga mesinnya membaik, dan dapat memberikan kejutan.”

Membawa dua pembalap muda yang belum berpengalaman di F1 bisa memberikan risiko besar. Untuk itu, Ralf Schumacher ingin melihat keponakannya bertandem dengan pembalap berpengalaman.

“Menggunakan dua rookie pada saat yang bersamaan di Formula 1 akan menjadi tugas yang sangat berat,” kata Schumacher. “Menempatkan Sergio Perez atau Nico Hulkenberg di salah satu kursi akan menarik bagi saya. Mereka adalah pembalap yang memiliki banyak pengalaman.

“Pasti Anda berpikir, biarkan saja menggunakan dua pembalap muda ketika mereka memiliki kecepatan. Tapi itu akan sangat menyulitkan, karena Formula 1 lebih dari sekadar kecepatan.”