Microsoft kurangi operasi di Rusia akibat konflik Ukraina

Microsoft Corp sebagai salah satu perusahaan teknologi raksasa global mengumumkan pihaknya akan mengurangi operasi dan melakukan pemotongan substansial untuk bisnisnya di Rusia.

Langkah itu diambil bergabung dengan serangkaian perusahaan yang mengurangi eksposur mereka atau menarik diri dari negara itu setelah invasi ke Ukraina.

"Sebagai akibat dari perubahan prospek ekonomi dan dampak pada bisnis kami di Rusia, kami telah membuat keputusan untuk secara signifikan mengurangi operasi kami di Rusia," kata juru bicara Microsoft seperti dikutip dari Reuters,Kamis.

Perusahaan mengatakan tetap akan memenuhi kewajiban yang ada dengan pelanggan Rusia, sementara penghentian operasi dilakukan pada penjualan baru.

Bloomberg menjadi yang pertama melaporkan pengurangan layanan operasional Microsoft di Rusia, dan menyebut setidaknya ada 400 karyawan yang terpengaruh kebijakan ini.

Beberapa perusahaan besar lainnya termasuk Apple Inc, Nike dan Dell Technologies, telah memutuskan hubungan dengan Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Baca juga: Delapan fitur tersembunyi di Windows 11

Baca juga: Aplikasi Android di Windows 11 akan hadir di lima negara

Baca juga: Empuls oleh Xoxoday sekarang tersedia di Microsoft AppSource

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel