Microsoft Mau Pensiunkan Internet Explorer Pada 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft bakal mempensiunkan browser Internet Explorer setelah lebih dari 25 tahun beroperasi.

Internet Explorer ini sudah tak dipakai oleh banyak konsumen selama beberapa tahun terakhir, namun Microsoft masih memberikan waktu hingga 15 Juni 2022 untuk mempensiunkannya.

Selanjutnya, pengguna diarahkan untuk memakai Microsoft Edge.

"Kami mengumumkan masa depan Internet Explorer di Windows 10 ada di Microsoft Edge," kata Program Manager Microsoft Edge, Sean Lyndersay, dikutip dari The Verge, Kamis (20/5/2021).

"Aplikasi desktop Internet Explorer 11 akan dipensiunkan dan tidak lagi didukung mulai 15 Juni 2022 untuk versi Windows 10 tertentu," kata Sean Lyndersay.

Kendati Long-Term Servicing Channel (LTSC) Windows 10 masih akan menyertakan Internet Explorer tahun depan, semua versi konsumen Internet Explorer akan dihentikan dukungannya.

Mode IE untuk Bisnis

washingtonpost.com
washingtonpost.com

Microsoft belum memberi penjelasan atas hal ini, namun kemungkinan besar Internet Explorer yang dipaketkan di Windows akan diakhiri layanannya pada Juni 2022, atau setelahnya.

Jika Internet Explorer benar dipensiunkan, alternatif untuk sebagian besar bisnis adalah Microsoft Edge dengan mode IE. Microsoft sendiri membuat mode IE untuk Edge beberapa tahun lalu.

Mode IE memungkinkan bisnis untuk mengadopsi browser berbasis Chromium baru untuk menjalankan situs web lawas. Mode IE mendukung situs lama yang masih digunakan oleh banyak bisnis.

Microsoft berjanji untuk memberikan dukungan mode IE ini di Edge setidaknya hingga tahun 2029.

Bukan Kabar Baru

Sebenarnya, kabar penghentian Internet Explorer bukanlah hal baru. Microsoft sebelumnya mengakhiri dukungan untuk Internet Explorer untuk aplikasi web Microsoft Teams pada tahun lalu.

Perusahaan juga berencana menghentikan Internet Explorer dari akses Microsoft 365 pada akhir 2021.

Internet Explorer 11 pun tidak lagi didukung untuk layanan online Microsoft seperti Office 365, OneDrive, Outlook dan lain-lain pada 17 Agustus lalu.

Microsoft juga mencoba menghentikan orang memakai Internet Explorer selama lima tahun terakhir. Mereka menyarankan pengguna memakai Microsoft Edge.

Edge sendiri dirilis pada 2015 dan saat itu jugalah merek Internet Explorer mulai menurun.

(Tin/Ysl)