Middlemist's Red Si Bunga Paling Langka Sedunia, Hanya Tumbuh di Dua Lokasi Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Middlemist’s Red atau dikenal sebagai mawar musim semi, dianggap sebagai bunga paling langka di dunia. Mengapa demikian?

Tanaman cantik ini ternyata hanya tumbuh di dua negara yakni Selandia Baru dan Inggris. John Middlemist, pemberi nama bunga ini, yang mengumpulkannya di China pada 1804.

Middlemist’s Red menjadi bunga langka yang hanya dapat ditemukan di rumah-rumah mewah Inggris dari keluarga kaya yang mampu membelinya.

Middlemist’s Red sendiri menyumbangkan spesimennya ke Kew Gardens, tetapi entah bagaimana menghilang, bersama dengan yang lain di seluruh London dan seluruh Inggris, kecuali satu tempat.

Pada 1823, Chiswick House & Gardens, sebuah rumah megah di Inggris, menjadi satu-satunya tempat di Inggris di mana Middlemist's Red dapat dikagumi, seperti dikutip dari Oddity Central, Senin (20/9/2021).

Anehnya bunga ini musnah dari tempat asalnya di China, lalu bertahan di Selandia Baru selama hampir dua abad. Ini menjadi misteri yang tidak akan tahu jawabannya, bagaimanapun bunga ini sangat langka dan berharga.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dibandrol Harga Sekitar Rp 53 Juta

Meskipun kata "merah" secara harfiah tersemat dalam namanya, Middlemist's Red sebenarnya berwarna pink tua. Spesimen Selandia Baru dapat ditemukan di Treaty House di Waitangi, di mana dilaporkan ditanam pada 1833.

Secara resmi, Treaty House Selandia Baru dan Chiswick House & Gardens di Inggris, adalah dua tempat di mana kamu dapat melihat tanaman Middlemist's Red, tetapi itu tidak benar secara teknis, karena pihak Inggris telah menjualnya kepada orang-orang yang cukup kaya membeli bunga itu.

Mereka sangat selektif tentang siapa yang menerima sepotong harta karun hidup ini, tetapi pada akhirnya, harganya turun. Penerima terbaru dari kebun Middlemist's Red yang berbasis di Inggris adalah Sky Gardens by Rafal, gedung tinggi di Riyadh, Arab Saudi.

Geraldine King, tukang kebun di Chiswick House & Gardens, mengatakan bahwa bahkan beberapa abad yang lalu, ketika Duke of Devonshire memiliki Chiswick House & Garden, dia menjual Middlemist's Red seharga sekitar £3,200 atau setara Rp 53 juta.

“Kami cukup rewel tentang siapa yang mendapatkannya,” kata Geraldine. “Tanaman yang kami berikan ke Arab Saudi adalah salah satu stek pertama yang kami ambil dari Middlemist's Red.”

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel