Mie Dipastikan Berformalin, Pemilik Pabrik di Tasik Ditetapkan Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - SA, pemilik pabrik mie di Kota Tasikmalaya yang digerebek beberapa waktu lalu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah bahan mie yang diproduksinya dipastikan mengandung formalin.

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya, Jajat Setia permana mengatakan bahwa selain mie yang diproduksinya mengandung formalin, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui juga bahwa tempat usaha tidak memiliki izin usaha.

"Produsen pembuatan mie di Kecamatan Kawalu (yang sebelumnya digerebek) tidak memiliki izin usaha. Hasil pengujian laboratorium, dari sampel mie yang disita diketahui mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan (formalin)," katanya, Selasa (21/6).

Untuk penetapan SA sebagai tersangka, dijelaskan Jajat, dilakukan setelah pihaknya bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Barat bersama pihak kepolisian melakukan gelar perkara. Dalam proses tersebut, sempat diperlihatkan barang bukti hasil penyitaan.

Dalam kasus tersebut, pihaknya juga sempat memeriksa sejumlah saksi. "Dalam pengujian barang bukti dan proses lain yang diperlukan penyidik hingga menetapkan SA menjadi tersangka sebagai pemilik usaha," jelas Jajat.

Ia memastikan bahwa proses pembuatan mie yang dilakukan SA terbukti melanggar undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. SA dijerat pasal 136 huruf b juncto pasal 75 ayat 1 atau pasal 140 juncto pasal 86 ayat 2.

"Ancaman hukumannya kurungan 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah produsen pembuatan mie putih di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/6) digerebek Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Jawa Barat dan Polisi. Diduga, mie putih yang dihasilkan produsen itu mengandung formalin.

Kepala Loka POM Tasikmalaya, Jajat Setia Permana menjelaskan bahwa penggerebekan yang dilakukan berawal dari laporan masyarakat, khususnya pembeli yang mengeluhkan adanya dugaan peredaran mie berformalin. Mendapat laporan itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran dari penjual di pasar hingga jajanan jalanan dan mengambil sampel untuk dilakukan pengujian.

Hasil dari pengujian sampel yang diambil itu, ternyata semuanya mengandung formalin. Pihaknya pun kemudian berkoordinasi dengan BBPOM Jawa Barat dan aparat kepolisian untuk kemudian melakukan penyelidikan sejak Rabu (14/6).

"Kami bersama BBPOM Jabar, Loka POM di Tasikmalaya, dan aparat Kepolisian langsung bergerak menuju Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu. Petugas gabungan melakukan penyelidikan dan berhasil menggerebek sebuah rumah atau home industri sebagai produsen pembuatan mie diduga mengandung formalin," jelas Jajat. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel