Mike Pompeo Bakal Jadi Menlu AS Pertama Kunjungi Permukiman Ilegal Israel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington D.C- Mike Pompeo dilaporkan akan menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pertama yang mengunjungi salah satu permukiman Israel di wilayah pendudukan di Palestina, yang bagi sebagian besar negara lainnya, dianggap ilegal.

Disebutkan dalam laporan surat kabar Israel Haaretz dan situs berita Axios, Menlu Pompeo akan mengunjungi kilang anggur Psagot di Tepi Barat, dan juga menjadi Menlu AS pertama yang melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Golan, yang pencaplokan wilayahnya diakui oleh Presiden Donald Trump, seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/11/2020).

Kendati demikian Kementerian Luar Negeri AS belum mengkonfirmasi agenda dalam kunjungan tersebut.

Tetapi, dalam sebuah pernyataan pada 12 November 2020, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Pompeo akan mengunjungi Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Perjalanan Menlu Pompeo tersebut dilakukan dua bulan sebelum pelantikan presiden terpilih AS Joe Biden.

Selain itu, kunjungan itu juga dilakukan tepat satu tahun setelah Menlu Pompeo menyatakan bahwa AS tidak menganggap ilegal permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina.

Keputusan itu pun memicu perdebatan antara Washington dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan hampir semua negara lain kecuali Israel.

Label Anggur dengan Nama Pompeo Sebagai Tanda Penghormatan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo  (AP Photo/Jacquelyn Martin, File)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (AP Photo/Jacquelyn Martin, File)

Kilang anggur Psagot, diketahui berada di tengah masalah karena enggan memberi label pada semua produk yang berasal dari pemukiman di tanah pendudukan tersebut.

Laporan Axios dan Haaretz juga menunjukkan bahwa Psagot kemudian meluncurkan label anggur yang dinamai Pompeo sebagai penghormatan.

Di Twitter, seorang diplomat veteran AS di Timur Tengah yang sekarang berada di Carnegie Endowment for International Peace, Aaron David Miller, menyebutkan bahwa kunjungan Pompeo akan melanjutkan kiprahnya sebagai menteri luar negeri "Amerika yang paling buruk".

"Ini bukan tentang politik Trump atau Bibi (Netanyahu); ini tentang Pompeo dan 2024," tulisnya.

Menlu Pompeo telah mendukung Presiden Donald Trump karena ia menolak untuk mengakui kekalahan dalam pemilu AS 2020. Namun di sisi lain, Netanyahu telah menyampaikan ucapan selamatnya kepada Biden, yang telah mengenal PM Israel tersebut selama bertahun-tahun.

Saksikan Video Berikut Ini: