Milenial Indonesia Doyan Investasi Kripto, tapi Jangan Gegabah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perkembangan teknologi telah melahirkan cryptocurrency sebagai mata uang dan aset kripto yang akan semakin berkembang di masa mendatang. Adapun nilai transaksi cryptocurrency di Indonesia sudah mencapai Rp370 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 6,4 juta orang.

Saat ini, mata uang kripto menjadi populer di kalangan generasi milenial Indonesia. Dalam sebuah survei yang dilakukan Populix, platform riset pasar yang menjadi rujukan pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar di Tanah Air, menyebutkan 7 dari 10 orang sudah pernah mendengar tentang cryptocurrency.

Hasil survei tersebut juga menjelaskan bahwa mayoritas yang sudah pernah mendengar tentang cryptocurrency adalah generasi milenial berusia 25-30 tahun yang merupakan masyarakat kelas menengah (middle class) dan atas (upper class).

Di tengah populernya investasi mata uang kripto di kalangan milenial, Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, kala berbincang dengan VIVA Tekno.

Menurutnya, ada banyak aplikasi penyedia layanan investasi kripto yang bisa digunakan. Selain itu, semakin banyak aset yang juga terdaftar untuk bisa dibeli oleh pedagang atau trader pemula.

Pastikan exchange atau broker kriptonya terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Tujuannya untuk menjamin keamanan para trader pemula.

“Kalau tidak terdaftar jangan coba-coba. Apalagi mereka menjanjikan sesuatu yang enggak masuk akal," kata Raymond. Apalagi, ia melihat karakter milenial Indonesia yang investasi kripto adalah yang menyukai tantangan.

Masih dari sisi keamanan, Raymond mengklaim jika Zipmex satu-satunya platform yang memberikan asuransi untuk wallet dan aset kripto. “Misalnya terjadi peretasan atau apapun itu yang jadi kendala. Aset pengguna tetap aman karena diasuransikan,” tutur dia.

Platform Zipmex juga memilih aset kripto mana yang aman untuk disediakan di platform-nya, mengacu pada data perkembangan dari tahun ke tahun. Lalu, ungkap Raymond, manfaatkan kesempatan. Bukan hanya berkaitan dengan harga pasar, tapi juga mampu mengambil risiko dalam trading.

Ia mencontohkan pasar kripto adalah pasar yang fluktuatif dibanding dengan saham pada umumnya. Kemudian, penurunan nilai pada saham bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

“Meski turun drastis misalnya, bukan jadi penghalang untuk investasi kripto. Karena, perubahan nilai mata uang kripto yang terjadi bukan sebuah risiko, tapi sebuah kesempatan bagi trader. Naik-turunnya nilai kripto terjadi sangat cepat. Di situlah menariknya,” jelas Raymond.

Bagi trader pemula, disarankan untuk memulai investasi pada aset mata uang kripto yang stabil lebih dahulu. Salah satunya Bitcoin. “Coba mulai dari Bitcoin sembari belajar lagi Blockchain itu apa. Nah, kalau sudah mengerti baru mulai investasi ke mata uang kripto yang lain,” paparnya.

Untuk memperdalam ilmu trading, ia mengimbau supaya memanfaatkan komunitas trader di perusahaannya yang bernama ‘Zipmex Troops’. Raymond bilang banyak anggota dan tim dari Zipmex yang bisa memberikan penunjuk arah atau guidline. "Ya, belajar di situ untuk cari tahu pengetahuan. Baru bisa investasi,” imbuh dia.

Sebagai informasi, cakupan wilayah operasi Zipmex di Thailand, Australia, dan Singapura. Dengan demikian, Raymond optimistis melirik pasar kripto di Indonesia. Hingga saat ini, Zipmex telah menyediakan puluhan aset kripto di layanannya, termasuk Bitcoin, Litecoin, Ethereum, hingga Dogecoin yang baru-baru ini ditambahkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel