Miliarder India Ambil Alih Bandara Mumbai, Ingin Kuasai Pasar Penerbangan Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Keberadaan pandemi tidak menjadi penghalang bagi miliarder pemilik Adani Group, perusahaan yang berfokus pada sektor energi dan logistik, untuk mengakuisisi Bandara Mumbai dari GVK Group.

Sang miliarder Gautam Adani berani mengambil risiko dengan prediksinya jika bisnis perjalanan salah satunya melalui udara akan pulih cepat dari imbas pandemi.

Melansir dari Bloomberg, Kamis (15/7/2021), saat pandemi virus corona telah menghancurkan industri penerbangan global, miliarder Adani mengambil pandangan yang lebih panjang.

Dia berani mengambil risiko pada prediksi jika pasar transportasi udara India yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar ketiga di dunia pada 2026, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional.

“Sementara dunia sedang mencari jalan keluar dari krisis, permintaan pascapandemi untuk penerbangan di India dan seluruh dunia diperkirakan melonjak,” ujar pernyataan dari Adani.

Kesepakatan dengan Mumbai International Airport Ltd., membuat Adani Airport Holdings Ltd. perusahaan infrastruktur bandara terbesar di India, menyumbang 25 persen dari semua lalu lintas penumpang dan 33 persen untuk kargo udara.

Bandara tersebut diperkirakan melayani 300 juta konsumen pascapandemi yang terdiri dari penerbangan dan nonpenerbangan. Saham Adani Group diketahui naik sebesar 2,6 persen.

Akuisisi Utang

Ilustrasi pendanaan, investasi, dolar. Kredit: pasja1000 from Pixabay
Ilustrasi pendanaan, investasi, dolar. Kredit: pasja1000 from Pixabay

Adani telah menyetujui untuk mengakuisisi utang GVK Airport Developer sebesar INR 80 miliar (Rp 15,5 triliun). Dengan mencari pinjaman untuk melunasi utang sebesar USD 1 miliar (14,49 triliun).

Meskipun demikian, Adani diketahui membeli saham sebesar 23,5 persen dari Airports Co. South Africa dan Bidvest Group.

Kesepakatan tersebut membawa Adani bersaing dengan GMR Infrastructure yang mengendalikan bandara internasional tersibuk pertama di India.

Adani yang hingga saat ini sudah mengelola enam bandara di India berharap akuisisi ini membuat lalu lintas penumpang bandara tumbuh menjadi 100 juta orang dari 80 juta pada 2022.

“Tujuan kami yang lebih besar adalah menemukan kembali bandara sebagai ekosistem yang mampu berperan dalam pembangunan ekonomi lokal dan bertindak sebagai inti saat kami dapat mempercepat perubahan pada bisnis penerbangan,” jelas Gautami.

Reporter: Shania

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel