Miliarder Jeff Bezos Melego Rp 42 Triliun Saham Amazon, untuk Bisnis Roket?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Miliarder CEO Amazon, Jeff Bezos dikabarkan telah menjual lebih dari USD 3 miliar (Rp 42 triliun) saham perusahaan. Ini menurut laporan Securities dan Exchange Commision yang disusun oleh OpenInside.

Bezos sendiri berhasil mengakselerasi penjualan sahamnya pada tahun lalu. Di Bulan Agustus, Bezos memperdagangkan USD 3,1 miliar saham perusahaan e-commerce tersebut, seusai menjual lebih dari USD 4,1 miliar saham Amazon di bulan Februari.

Dengan penjualannya di minggu ini, membuat total penjualan saham miliarder Bezos pada tahun 2020 menjadi lebih dari USD 10,2 miliar.

Di mana angka tersebut melompat jika dibandingkan dengan tahun 2019, saat CEO Amazon menjual USD 2,8 saham perusahaan, seperti melansir CNBC, Senin (9/11/2020).

Bahkan dengan penjualan terbarunya, Bezos sendiri masih memiliki lebih dari 53 juta saham dengan nilai hampir USD 170 miliar (Rp 2.380 triliun). Hal yang menjadikan dirinya sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

Berdasarkan laporan yang dibuat, transaksi penjualan saham Amazon dilakukan sebagai bagian dari rencana trading yang sudah ditentukan sebelumnya. Pihak dari Amazon sendiri saat ini belum memberikan komentar apapun perihal penjualan tersebut.

Perangi Perubahan Iklim

Jeff Bezos.
Jeff Bezos.

Bezos sendiri sebelumnya pernah menyatakan bahwa dirinya akan menjual saham Amazon sebesar USD 1 miliar setiap tahun, untuk mendanai start-up bisnis roketnya, Blue Origin.

Selain itu, pada bulan Februari lalu, Bezos juga meluncurkan pendanaan sebesar USD 10 miliar kepada organisasi barunya yaitu, "The Earth Fund", yang dibentuk guna melawan efek dari perubahan iklim, di mana donasinya tersebut akan fokus kepada para ilmuwan, aktivis,dan berbagai organisasi lainnya.

Selama Bezos belum mengumumkan siapa penerima dari pendanaan, The Atlantic melaporkan, bahwa Bezos diperkirakan akan memberikan pendanaan sebesar USD 100 juta kepada Nature Conservacy, Environmental Defense Fund, Natural Resources Defense Council dan World Wildlife Fund.

Reporter: Yoga Senjaya Putra

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: