Miliarder Warren Buffett Cuan Besar Investasi di Apple

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - Investasi pada Apple merupakan taruhan di luar karakter investor dan miliarder Warren Buffett. Taruhan itu membuahkan hasil dengan investasi yang paling sukses dengan keuntungan lebih dari USD 120 miliar atau setara Rp 1.723,30 triliun (asumsi kurs Rp 14.360 per dolar AS) seiring kapitalisasi pasar Apple sentuh rekor USD 3 triliun (atau Rp 43,09 kuadriliun) pekan ini.

Perusahaan investasi milik Buffett, Berkshire Hathaway mulai membeli saham Apple pada 2016 dan dua tahun kemudian tepatnya 2018 meningkatkan jumlah kepemilikan sebesar 5 persen atas perusahaan pembuat iPhone itu.

Alhasil nilai saham yang dimiliki Berkshire sejumlah USD 36 miliar atau setara Rp 517,1 triliun. Pada 2022, investasi yang Berkshire tanamkan pada Apple bernilai USD 160 miliar atau Rp 2.297 triliun berkat reli jumbo yang berkelanjutan pada saat tahun baru.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu investasi terkuat yang dilakukan Berkshire dalam dekade terakhir,” tutur Analis Berkshire di Edward Jones James Shanahan, dikutip dari laman CNBC, Selasa (5/1/2021).

Selain apresiasi raksasa Apple dalam harga saham, menjadi taruhan yang menguntungkan bagi Berkshire karena pembayarannya yang besar dan kuat dari sisi dividen. Berkshire telah menikmati dividen reguler, rata-rata sekitar USD 775 juta atau setara Rp 11,13 triliun per tahun.

Keengganan Buffett terhadap saham teknologi tinggi telah didokumentasikan dengan baik, tetapi “Oracle of Omaha” menghangat ke sektor ini dalam dekade terakhir dengan bantuan dari deputi investasi Todd Combs dan Ted Weschler.

Saat ini kepemilikan Berkshire Hathaway atas saham Apple menyumbang setidaknya 40 persen dari portofolio ekuitasnya, menurut perhitungan InsiderScore.com. Konglomerat tersebut adalah pemegang saham terbesar Apple, di luar indeks dan penyedia dana yang diperdagangkan di bursa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dianggap Jadi Bisnis Ketiga

Penjualan perdana iPhone 13 di Apple Sanlitun in Beijing, Tiongkok. (Foto: Apple Newsroom)
Penjualan perdana iPhone 13 di Apple Sanlitun in Beijing, Tiongkok. (Foto: Apple Newsroom)

Investor dan miliarder itu menyebut Apple bisnis terbesar ketiga Berkshire. Sebelumnya Buffett mengatakan iPhone adalah produk “lengket” sehingga mampu menjaga orang-orang dalam ekosistem perusahaan.

"Ini mungkin bisnis terbaik yang saya tahu di dunia. Saya tidak menganggap Apple sebagai saham. Saya menganggapnya sebagai bisnis ketiga kami," ujar Buffett dalam wawancara CNBC pada Februari 2020.

Meskipun begitu, Buffett yang mencibir tentang perdagangan yang menang produsen teknologi kenamaan AS itu. Karena itu bukan gayanya dan dia sering cepat menunjukkan tatkala saham menghargai keuntungannya belum nyata dan tunduk pada fluktuasi lebih lanjut.

Investor telah menyadari sebagian dari keuntungan itu secara riil selama bertahun-tahun. Sejak 2018, Berkshire memangkas sedikit saham Apple dengan mengantongi USD 11 miliar pada 2020.

Namun, karena program pembelian kembali Apple sehingga menyusutkan peredaran jumlah saham. Lantas keseluruhan saham Berkshire di perusahaan teknologi itu justru menjadi lebih besar.

Investasi di Apple Punya Peran Penting

iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max menampilkan desain baja tahan karat tepi datar baru yang ditinggikan dan penutup depan Perisai Keramik untuk meningkatkan daya tahan. Apple meluncurkan seri iPhone 12 yang mendukung teknologi seluler 5G. (Photo: Business Wire)
iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max menampilkan desain baja tahan karat tepi datar baru yang ditinggikan dan penutup depan Perisai Keramik untuk meningkatkan daya tahan. Apple meluncurkan seri iPhone 12 yang mendukung teknologi seluler 5G. (Photo: Business Wire)

"Investasi Berkshire di Apple jelas menggambarkan kekuatan pembelian kembali. Pada 2020 penjualan Berkshire memiliki 5,4 persen dari Apple. Peningkatan itu tidak dikenakan biaya bagi kami. Pasalnya terjadi karena Apple terus membeli kembali sahamnya (buyback) sehingga secara substansial menyusutkan jumlah yang beredar sekarang,” tulis perusahaan dalam laporan tahunan 2020.

Dalam laporan tersebut Berkshire juga menyampaikan jumlah yang besar itu masih jauh dari semua kabar baik. Perusahaan sudah membeli kembali saham Berkshire selama 2,5 tahun.

Hingga saat ini secara tidak langsung total hak entitas Warren Buffet sekaligus pendapatan masa depannya atas Apple meningkat 10 persen daripada jumlah investasi pada Juli 2018.

Investasi di raksasa teknologi itu memainkan peran penting dalam membantu konglomerat mengatasi krisis COVID-19 pada 2020. Dengan pilar bisnisnya lainnya termasuk asuransi dan energi, mendapat pukulan besar.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel