Miliki Hubungan Romantis dan Mendalam Bersama Pasangan dengan 5 Tips Ini

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Hubungan asmara antara Anda dan pasangan terkadang buat sulit untuk berfokus pada hal lain selain pasangan. Perasaan yang begitu berbunga-bunga menjadi wajar apabila yang dipikirkan hanya ‘dia’.

Ada berbagai banyak cara untuk bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayangnya. Namun, tidak jarang juga sebagian orang kesulitan untuk mencari dan mendapatkan hubungan romantis yang sesuai dengan ekspektasi.

Ketika dua orang bertemu, ada perbedaan latar belakang, budaya, pendidikan, dan sebagainya yang mungkin dapat menjadi faktor terjadinya perselisihan. Tidak sedikit yang bertanya-tanya, bagaimana memiliki hubungan yang sehat, bagaimana memiliki hubungan yang tetap selalu romantis, dan sebagainya.

Pada dasarnya, tidak ada aturan secara tertulis untuk mempelajari bagaimana mencintai seseorang. Bahkan hal tersebut tidak diajarkan selama kita duduk di bangku sekolah. Pendekatan dari pembelajaran ini berbeda dengan pelajaran-pelajaran lainnya.

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mencurahkan dan mengekspresikan isi hatinya. Hal tersebut yang mungkin jadi salah satu alasan tidak ada pedoman yang ketat untuk mencintai seseorang.

Ketika ada ketidakpastian dalam menjalankan hubungan, dari waktu ke waktu hubungan yang dijalani bisa saja gugur di tengah jalan karena tidak dapat menjalankannya secara konsisten. Ada berbagai macam permasalahan yang dihadapi ketika Anda memilih untuk menjalin hubungan.

Melansir dari Medical News Today, Senin (20/9/2021), banyak peneliti melakukan penelitian dan pendalaman mengenai alasan di balik mengapa seseorang meninggalkan suatu hubungan dan apa saja motivasi yang dimiliki agar tetap bersama.

Tips Hubungan Romantis

ilustrasi hubungan cinta/Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
ilustrasi hubungan cinta/Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Hasil dari penelitian tersebut menemukan 5 cara/tips yang dapat bisa membantu dan menambah wawasan Anda mengenai suatu hubungan yang bisa dibangun bersama. Ada apa aja sih?

1. Mulailah dengan Tujuan

Penelitian terbaru menemukan bahwa ada banyak kasus saat orang menjalin hubungan akhirnya ‘jatuh’ dalam hubungan yang berkomitmen karena rasa yang tidak ingin berubah.

“Banyak dari sebagian besar pasangan beralih sepenuhnya sebelum menyadari apa yang terjadi,” jelas peneliti asal University of Denver di Colorado.

Maksudnya, seseorang yang memutuskan untuk menjalin hubungan dan akhirnya memutuskan menikah, hanya dilatarbelakangi karena telah menghabiskan waktu bersama untuk menjalin ikatan.

Pada dasarnya masing-masing pasangan menyadari sejak awal di hubungan mereka bahwa mereka belum tentu cocok satu dengan yang lainnya. Samantha Joel dan Profesor Paul Eastwick berpendapat bahwa jika orang yang sulit melakukan komitmen mungkin dapat menghindari situasi dari ketidakpastian dari sebuah hubungan dalam jangka panjang.

Ketika memulai sebuah hubungan, pikirkan apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan. Memiliki pasangan harus dapat selaras dengan keinginan dan kebutuhan tersebut.

2. Komunikasikan Masalah

Berantem itu adalah sebuah persoalan yang biasa dihadapi setiap pasangan. Saat si dia marah, kamu bisa membuatnya tak marah lagi kok. (Ilustrasi: Kelas Cinta)
Berantem itu adalah sebuah persoalan yang biasa dihadapi setiap pasangan. Saat si dia marah, kamu bisa membuatnya tak marah lagi kok. (Ilustrasi: Kelas Cinta)

Buatlah komunikasi secara terbuka dan transparan untuk memiliki dan memelihara hubungan yang sehat.

Sebuah hubungan jangka panjang, komunikasi yang tenang, terbuka, dan konstruktif akan sangat penting untuk menyelesaikan konflik karena tidak ada beban yang Anda bawa di dalam hati.

“Stres dapat muncul dalam hubungan ketika pasangan mengalami konflik tujuan, motif, atau preferensi tertentu,” papar Profesor Nickola Overall dan James McNulty dalam penelitian mengenai komunikasi dalam konflik.

Konflik yang belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan berada dalam sebuah risiko. Selain itu, mengelola dan menyelesaikan konflik itu sulit sehingga jika tidak dikomunikasikan, mungkin dapat menjadi sumber stres yang signifikan.

Peneliti menyarankan untuk terlebih dahulu mengevaluasi hal-hal saja yang menjadi pemicu dari permasalahan sehingga saat berdiskusi atau berkomunikasi dengan pasangan dapat menemukan solusi.

Sementara itu, supervisor klinis di Relate North Alex Psaila mengungkapkan bahwa orang-orang yang memelihara hubungan yang sehat akan mengucapkan maaf dan melakukan perbaikan. Pengakuan atas kesalahan adalah langkah yang baik.

Keinginan untuk belajar dari kesalahan secara sadarlah yang akan menjadi kekuatan dalam sebuah kekuatan.

3. Luangkan Waktu untuk Bersama

Hidup terkadang bisa menghalangi kita menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai, bahkan ketika kita berbagi tempat tinggal.

Tuntutan pekerjaan, misalnya, dapat memberi kita sedikit waktu — dan terkadang sedikit energi — untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama pasangan kita. Tidak menjadi masalah untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk pasangan Anda.

Masih dalam hasil studi yang sama, hal menarik yang ditemukan adalah kegiatan menyenangkan bersama pasangan akan meningkatkan oksitosin atau disebut hormon cinta. Produksi hormon ini yang memainkan peran penting dalam perilaku hubungan.

Perjalanan jarak jauh atau tempat yang belum pernah dikenal bersama pasangan akan mendorong ‘hormon cinta’ tersebut jauh lebih besar dan menjaga kualitas hubungan

Beri Ruang untuk Diri Sendiri

Self Love | unsplash.com/@dariusbashar
Self Love | unsplash.com/@dariusbashar

Meskipun menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang Anda cintai sangat penting, setidaknya sama pentingnya untuk menghabiskan waktu berkualitas sendiri — dan biarkan pasangan melakukan hal yang sama.

“Ada siklus antara kedekatan dan jarak. Keduanya penting. Jika hubungan terlalu jauh dan sedikit kedekatan, akan berakhir ditinggalkan,” tambah Psaila.

Terlalu banyak kedehatan dapat membuat suatu hubungan terasa seperti jebakan ekstrem. Orang yang secara bertahap menghindari pasangannya bisa menjadi tanda-tanda pelecehan emosional.

Kedua hal tersebut harus secara seimbang dilakukan. Meminta waktu untuk sendiri adalah wajar karena ada banyak hal yang mungkin bisa ditemukan ketika menghabiskan waktu bersama diri sendiri dibanding saat bersama pasangan.

Poin ini bukan bertujuan untuk membenarkan keputusan Anda yang ingin menghindari pasangan Anda, melainkan setiap orang tentunya memiliki waktu untuk diri sendiri, mencari ide, menjadi inspirasi, mengevaluasi diri untuk lebih baik lagi.

Tujuannya memilih untuk mengambil waktu sendiri tidak dapat diartikan sebagai tanda ‘dia’ ingin meninggalkan Anda.

Beri Perhatian dan Penghargaan

Ilustrasi Pasangan Berkencan Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Pasangan Berkencan Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Ketika usia hubungan antara pasangan masih sangat muda, tebaran pujian dan kasih sayang dilontarkan begitu banyak, seolah Anda dihujani oleh kasih dan pujian. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, praktik tersebut sudah mulai jarang dilakukan.

Alasan utama pasangan yang sudah lama bersama berpisah adalah tidak lagi menunjukkan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada lawan pasangannya.

Tidak peduli bagaimana Anda memilih untuk menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, ungkapkan penghargaan kepada ‘dia’ terlepas dari perayaan Hari Kasih Sayang adalah keputusan yang aman untuk menjaga kualitas hubungan.

Namun, apabila dalam sebuah hubungan tidak membuat Anda merasa bahagia, aman, dan dihargai, mungkin ini saatnya berfokus pada diri sendiri dan berinvestasi lebih banyak dalam self love, sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel