Militer Amerika Keluarkan Ultimatum Berbahaya di Teluk Persia

Bayu Adi Wicaksono, Rifki Arsilan

VIVA – Angkatan Laut Amerika Sertikat telah mengeluarkan ancaman mengerikan bagi kapal-kapal negara manapun di dunia. Mereka mengultimatim akan menghancurkan semua kapal yang berlayar di dekat kapal induk AS di perairan Teluk Persia.

Bakan, Amerika menerapkan batasan maksimal 100 meter. Apabila ada kapal perang dari negara lain yang mendekat ke kapal perang AS di Teluk Persia maka akan dianggap sebagai ancaman bagi keselamatan pasukan AS, dan harus ditenggelamkan militer AS.

"Kapal bersenjata yang mendekati 100 meter dari kapal Angkatan Laut AS dapat diartikan sebagai ancaman," bunyi pengumuman resmi Angkatan Laut AS, Rabu, 20 Mei 2020.

Anamcan menembak kapal-kapal yang mendekat ke kapal perang AS di Teluk Persia itu ditujukan untuk Angkatan Laut Iran. Sebab, bulan lalu Presiden AS, Donald Trump sempat mengancam akan menembak dan menghancurkan kapal perang Iran apabila mereka berani mendekati kapal perang milik Angkatan Laut AS yang berada di Teluk Persia.

Pernyataan Trump itu keluar ketika mendengar kabar bahwa 11 kapal perang "penghancur" milik pasukan Iran (IRGC) mendekati kapal induk AS yang saat itu berada di Guam, Teluk Persia.  

Sementara, Komando Pusat Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain menjelaskan, pengumuman pemberitahuan itu diterbitkan untuk meningkatkan keselamatan, meminimalkan ambiguitas, dan mengurangi resiko kesalahan perhitungan dalam mempertahankan teritorial.

"Ini mengikuti sebuah insiden bulan lalu di mana 11 kapal Iran mendekati Angkatan Laut AS dan kapal penjaga pantai AS di Teluk. Militer AS menilai apa yang dilakukan Iran itu sebagai perilaku berbahaya dan provokatif, dan membahayakan kapal perang AS," kata Militer AS.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami sempat merespons ancaman AS tersebut. Jenderal Hossein geram dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang saat ini berada dekat kapal induk AS di Guam, Teluk Persia.

"Saya telah memerintahkan pasukan Angkatan Laut kami untuk menghancurkan pasukan teroris Amerika di Teluk Persia yang mengancam keamanan militer Iran atau kapal-kapal non-militer Iran," kata Jenderal Hossein Salami dikutip Viva Militer dari AMN, Jumat,24 April 2020 lalu.

"Keamanan Teluk Persia adalah bagian dari prioritas strategis Iran," ujarnya.

Baca: Muncul Wasiat Penting Jenderal Soleimani Sebelum Tewas Dirudal Amerika