Militer Australia Kembali Tersandung Skandal Seks

Sydney (AFP/ANTARA) - Militer Australia kembali tersandung skandal seks dengan 17 personel, termasuk sejumlah petugas, pada Kamis sedang diselidiki setelah email “eksplisit dan menjijikkan” dan gambar yang merendahkan perempuan ditemukan.


Kepala tentara Letnan Jenderal, David Morrison, mengatakan bahwa dia terkejut dengan penemuan tersebut, yang mengikuti laporan pemerintah tahun lalu yang merinci lebih dari 1.000 klaim pelecehan seksual atau pelanggaran lainnya di kesatuan dari 1950-an hingga sekarang.


Laporan tersebut dipicu oleh skandal Skype pada 2011, saat rekaman seorang pemuda yang direkrut melakukan hubungan seks dengan rekan perempuan sekelasnya disiarkan online untuk taruna di ruangan lain tanpa sepengetahuannya.


“Saya katakan bahwa itu lebih buruk dari masalah Skype,” kata Morrison dalam konferensi pers.


Dia mengatakan bahwa mereka terlibat dalam dugaan produksi dan distribusi material “yang sangat tidak pantas” di seluruh sistem komputer pertahanan dan internet publik selama tiga tahun terakhir. Tuduhan penggunaan narkoba juga kemungkinan tercakup dalam tuduhan tersebut.


Tiga orang dipecat sejauh ini dan dapat dijatuhi tuntutan pidana, katanya. Lima orang lainnya dapat diberhentikan dan sembilan orang lebih sedang diselidiki.


Sebanyak 90 personel Pasukan Pertahanan Australia terlibat dalam jaringan email tersebut, tambah Morrison.


Pangkat tertinggi yang terlibat tersebut adalah seorang letnan kolonel dengan sisanya adalah mayor, kapten, petugas surat perintah, sersan atau kopral.


Morrison menolak untuk memberi rincian tepat mengenai material yang terkandung, namun mengatakan bahwa “baik teks dan gambarnya sangat merendahkan, eksplisit dan tidak senonoh.”


Dia mengatakan bahwa dia telah berbicara kepada beberapa wanita yang terlibat dan meminta maaf.(kn/ik)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.