Militer AS dan Singapura Pencari KRI Nanggala 402 Sudah Tiba di Bali

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan, saat ini sejumlah perwakilan negara sahabat yang ingin terlibat dalam membantu operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di sekitar perairan utara Bali sudah mulai berdatangan ke lokasi.

Menurut Kapuspen, salah satu Tim Aju negara sahabat dari Singapura yang terdiri lima orang personel Angkatan Bersenjata Singapura saat ini sudah tiba di Bali, Indonesia untuk berkoordinasi secara langsung dengan pihak TNI dalam rangka operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam KRI Nanggala 402.

"Tim Aju Angkatan Bersenjata Singapura berupa lima personel juga sudah onboard di KRI Soeharso," kata Mayjen TNI Achmad Riad ketika menyampaikan perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jum'at, 23 April 2021.

Selain itu, lanjut Kapuspen, dari negara Australia juga sudah mengerahkan HMAS Ballarat yang membawa RHAB dan satu unit helikopter untuk membantu melakukan pencarian di sekitar perairan utara Bali.

Tidak hanya itu, kata Kapuspen, Tim dari Poseidon militer Amerika Serikat yang juga akan turut membantu proses pencarian KRI Nanggala 402 sudah tiba di Bali.

"Kemudian juga Tim dari Poseidon P8 Poseidon Amerika dari United State Air Force (USAF) mudah-mudahan bisa sampai nanti malam atau dini hari nanti, tim nya sudah datang ke sini tadi untuk berkoordinasi," ujarnya

Disamping itu, Kapuspen menjelaskan, peralatan alutsista milik TNI yang terdiri dari 21 kapal perang TNI Angkatan Laut yang sudah melakukan pencarian sejak hari Rabu, 21 April 2021 lalu terus melakukan pencarian.

“Termasuk juga dari kepolisian ROV nya juga sudah dikerahkan, termasuk juga KRI Rigel,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, dalam proses pencarian KRI Nanggala 402, TNI melalui Kepala Gugus Tugas Laut Pencarian KRI Nanggala 402 sudah melakukan pembagian sektor untuk memudahkan proses pencarian.

Pencarian akan difokuskan di sekitar 40 kilometer dari dari Celukan Bawang atau wilayah perairan utara Pulau Bali. Karena di titik itu diperkirakan KRI Nanggala 402 mengalami black out. Dan kemarin sejumlah armada perang TNI Angkatan Laut juga telah menemukan adanya tumpahan minyak, termasuk ada daya magnet yang besar di sekitar kedalaman 50 sampai 100 meter di bawah air pada titik tersebut.

"Jadi memang sementara sampai saat ini masih belum ditemukan secara pasti, tetapi dengan titik-titik yang ada saat ini dengan peralatan yang ada, mudah-mudahan bisa segera ditemukan posisi KRI Nanggala 402," tambahnya.

Baca: TNI Fokuskan Cari Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Dua Titik Penting