Militer Dunia Berduka Kapal Selam TNI Tenggelam, Fajar Malah Menghina

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sungguh-sungguh tak disangka di saat militer dunia berduka cita atas peristiwa tenggelamnya kapal selam Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, KRI Nanggala 402 di perairan utara Laut Bali. Ada anggota kepolisian RI yang justru melakukan penghinaan.

Dia adalah Ajun Inspektur Dua (Aipda) Fajar Indriawan, anggota Kepolisian Sektor Kalasan, Sleman dari Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fajar menyebarkan kalimat-kalimat tak etis terhadap prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa itu melalui akun Facebooknya. Dan kata-kata yang ditulisnya pun jauh dari sikap ksatria seorang abdi negara.

"KAKEANN GEMBAGHUSS KEMAKI IKUU COOKK SEKK NGAWAK I...... POO MUNGKINN ANAK TURUNN EEEE MAKANEE KRUU NEE BONGKOO KLELEPP....,"

"Matio coookkk…. Sy hidup di Indonesia smpe saat ini susahh kekurangann kesukarann…###ngopoo kruu kapal kyoo ngonoo ditangisi… ###urusss sendiri urusannmuuu…

("Terlalu banyak gaya para awaknya, apa mungkin keturunannya. Makanya krunya tenggelam". "Mati saja, saya hidup di Indonesia sampai saat ini susah, kekurangan, kesukaran. Kenapa kru kapal seperti itu ditangisi. Urus sendiri urusanmu").

Perbuatan anggota polisi sungguh tak patut ditiru dan jelas-jelas merugikan kepolisian yang saat ini sedang terus menjalin sinergi dengan TNI.

Padahal peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 benar-benar menjadi sorotan dunia. Bahkan bagi kalangan militer dunia, duka TNI dalam peristiwa itu menjadi duka juga bagi mereka.

Berdasarkan amatan VIVA Militer, Senin 26 April 2021, gelombang ucapan duka cita dan belasungkawa terus mengalir dari angkatan-angkatan bersenjata dunia untuk TNI dan Indonesia, setelah TNI menyatakan prajurit TNI dan semua orang yang dalam kapal gugur dalam peristiwa itu.

"Dari Angkatan Laut Kolombia kami menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga ABK KRI Nanggala 402. Beristirahatlah dalam damai pelaut," tulis Armada de Colombia.

"Kapal selam menyukai dan membenci laut. Itu menyembunyikan kita, melindungi kita, menjauhkan kita dari bahaya, tetapi juga ketakutan terbesar kita, musuh terbesar kita. Pikiran dan doa pelayanan kapal selam Belanda bersama saudara-saudara di pelukan KRI Nanggala dan keluarganya," tulis Komandan Layanan Kapal Selam Angkatan Laut Belanda Kapten H.M.T. de Groot.

"Kami sedih atas hilangnya kapal selam sekutu kami Angkatan Laut Indonesia Nanggala dan 53 Pelautnya selama latihan torpedo di Laut Bali. Sekarang Patroli Abadi, 53 jiwa ini bergabung dengan barisan khidmat dari semua kapal selam yang hilang yang mendahului mereka. KRI Nanggala 402," tulis Museum and Largest Inland Naval Park in U.S.

“Portugal menyayangkan kecelakaan tragis kapal selam Indonesia KRI Nanggala, lepas Bali , dan hilangnya awaknya, meskipun ada upaya pencarian intensif dan kerja sama internasional yang cepat. Kami menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga para korban,” tulis Kantor Menteri Luar Negeri Portugal.

KRI Nanggala 402 dilaporkan hilang pada 21 April 2021, kapal selam yang mengangkut 53 orang ini hilang sekira pukul 03:00 WIB. Sejauh ini TNI belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal selam ini.

Baca: Tak Disangka Ada Ponakan Prabowo di Kapal Selam TNI yang Tenggelam