Militer AS Enggan Rilis Video UFO ke Publik, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Militer Amerika Serikat (AS) mengaku mereka menyimpan rekaman-rekaman Unidentified Aerial Phenomena (UAP) atau yang lebih sering dikenal sebagai Unidentified Flying Object (UFO). Meski menyimpan, namun militer AS enggan merilis rekaman-rekaman itu karena mengancam keamanan nasional.

Sebelumnya The Black Vault, organisasi pengungkap UFO mengirim surat dan meminta rekaman-rekaman UFO kepada pemerintah AS atas dasar UU Kebebasan Informasi (FOIA) 2020 setelah Angkatan Laut AS merilis 3 video UFO.

Namun Komando Sistem Udara Angkatan Laut AS menjawab, gugus tugas UAP Pentagon telah memindahkan rekaman-rekaman itu dan tidak akan merilisnya. Angkatan Laut juga menjelaskan rekaman-rekaman itu sudah bocor ke berbagai media dan sudah dibahas secara luas di tengah masyarakat.

"Gugus Tugas UAP telah menanggapi kembali…dan menyatakan video yang diminta berisi informasi sensitif yang berkaitan dengan Unidentified Aerial Phenomena (UAP) dan diklasifikasikan dan dikecualikan dari pengungkapan secara keseluruhan," jelas surat Angkatan Laut AS, seperti dilansir Russia Today, Selasa (13/9).

Dalam surat itu, Angkatan Laut AS menyatakan jika rekaman-rekaman dirilis maka "akan membahayakan keamanan nasional" serta "memberikan informasi berharga kepada musuh mengenai operasi, kerentanan, dan/atau kemampuan Departemen Pertahanan/Angkatan Laut".

Sebelumnya, Angkatan Laut AS merilis video yang ditangkap oleh pelaut dan penerbang AS yang menunjukkan aktivitas UFO meski Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) menyatakan saat ini "tidak ada bukti bahwa UFO berasal dari luar bumi".

Meski upaya rilis rekaman ditolak, namun militer AS menyatakan organisasi pengungkap UFO masih dapat mengajukan permohonan rilis rekaman.

Namun jika Angkatan Laut AS menyatakan rilis rekaman UFO mengancam keamanan nasional, maka tidak jelas apakah permohonan selanjutnya akan berhasil.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]