Militer Israel Bantai Muslim Palestina, TNI Jadi Korban Otak Soak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ya ampun, ternyata masih saja banyak warga Indonesia yang suka menyebar kabar-kabar bohong yang bisa membahayakan masyarakat dan mencemarkan nama baik lembaga negara.

Kali ini tak tanggung-tanggung, Tentara Nasional Indonesia (TNI) jadi korbannya. TNI dijadikan bahan menyebar kebohongan tentang kondisi di Jalur Gaza yang tengah memanas akibat serangan brutal yang dilancarkan militer Israel.

Jadi begini, ada nama akun Facebook Lindhaa Vhiio yang sejak dua hari lalu menyiarkan informasi bohong tentang prajurit TNI yang disebutkan diberangkatkan ke Gaza untuk membantu Palestina menghadapi Israel.

Untuk menyempurnakan informasi bohong itu, pada postingan dilengkapi dengan sebuah foto yang bergambar prajurit TNI sedang sujud di sebuah bandar udara yang tiba disebutkan berada di kota mana dan bandara apa.

Senin 17 Mei 2021, VIVA Militer langsung melakukan penelusuran untuk mengungkap kebohongan itu. Dan didapati fakta-fakta penting yang harus diketahui masyarakat agar tak terjebak untuk mempercayai kabar bohong merugikan itu.

Perlu diketahui, foto yang dipakai penyebar hoax itu memang asli milik TNI. Bahkan disiarkan di situs resmi militer Indonesia. Hanya saja, itu bukan foto prajurit TNI mau berangkat ke Palestina buat melawan Israel.

Foto itu disiarkan Pusat Penerangan TNI pada Rabu 27 Januari 2021 untuk melengkapi berita tentang kedatangan prajurit TNI dari tugas mulia sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia PBB, yang tergabung dalam United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Prajurit TNI dalam foto melakukan sujud sebagai rasa syukur dapat kembali menginjakkan kaki ke bumi pertiwi setelah beberapa bulan bertugas di Lebanon, sebagai Satuan Tugas TNI Kotingen Garuda (Konga) UNIFIL Chalk 4.

Satgas TNI Konga UNIFIL Chalk 4 ini berjumlah 187 prajurit TNI ghabungan dari ketiga matra, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Mereka tiba di tanah air melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dengan menumpangi pesawat komersil milik maskapai penerbangan Ethiopian.

Dan yang harus diketahui, baret biru muda yang dikenakan prajurit TNI merupakan ciri dari pasukan perdamaian dunia di bawah naungan PBB untuk wilayah tugas Lebanon dan negara Afrika seperti Republik Demokratik Kongo. Dan dipastikan dalam sejarah tak pernah prajurit TNI dikerahkan ke Gaza.

Nah sudah jelaskan bukan. Jadi jangan percaya lagi dengan kabar-kabar bohong para otak soak yang menyesatkan itu. Solidaritas untuk Palestina boleh-boleh saja, asal jangan kebablasan apalagi sampai merugikan TNI.

Gaza memanas setelah terjadi penyerangan oleh polisi Israel terhadap Umat Muslim yang sedang beribadah di Masjidil Al Aqsa pada 27 Ramadan 1442 Hijriah. Buntutnya, pasukan gerakan pertahanan Islam alias Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah atau HAMAS menyerang Israel dengan tembakan ribuan roket. Israel pun berbalik menyerang secara brutal dan menyebabkan banyak warga sipil terutama anak-anak Palestina yang meninggal dunia.

Baca: Malaysia Gempar, Israel Siapkan Pasukan Intelijen Menyusup ke Jiran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel