Militer Pakistan Akui Terlalu Banyak Ikut Campur Politik, Janji Tidak Akan Mengulangi

Merdeka.com - Merdeka.com - Panglima Militer Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa mengatakan militer Pakistan telah lama mencampuri urusan politik Pakistan selama beberapa dekade. Karena itu dia menyatakan militer Pakistan tidak akan lagi mencampuri urusan politik.

Pernyataan itu diungkapkan Qamar kemarin di Kota Rawalpindi, Pakistan dalam pidato terakhirnya sebagai Panglima Militer Pakistan sebelum pensiun Selasa pekan depan.

Dalam pidato itu, Qamar yang sadar akan campur tangan militer Pakistan selama beberapa dekade tetap membela institusi tempat dia memimpin. Militer sendiri berpengaruh kuat pada pembentukan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Pakistan.

Berbagai kritikan pun sempat dilontarkan kepada militer Pakistan, salah satunya kritik dari mantan PM Pakistan, Imran Khan. Khan sendiri menuding militer Pakistan ikut campur menggulingkan pemerintahannya.

Karena itu Qamar menyatakan militer Pakistan tidak akan lagi mencampuri urusan politik Pakistan.

"Menurut pendapat saya, alasannya adalah campur tangan terus-menerus oleh tentara dalam politik selama 70 tahun terakhir, yang tidak konstitusional. Itulah sebabnya, sejak Februari tahun lalu, militer telah memutuskan bahwa mereka tidak akan ikut campur dalam masalah politik apa pun," jelas Qamar, dikutip dari Aljazeera, Kamis (24/11).

Qamar menjelaskan dia mengabaikan kritik-kritik dan menyatakan Pakistan adalah yang paling terpenting.

"Saya ingin mengabaikan kritik agresif terhadap diri saya dan tentara saya karena Pakistan adalah yang terpenting bagi kita semua," jelasnya.

Panglima berusia 62 tahun itu lanjut meminta agar semua partai politik di Pakistan memeriksa kembali perilaku mereka dan belajar dari kesalahan-kesalahan. Qamar juga mendorong agar semua pihak bekerja sama mengatasi masalah ekonomi yang sedang dialami Pakistan.

"Kenyataannya di Pakistan, institusi, partai politik, dan masyarakat sipil – mereka semua membuat kesalahan… Sudah saatnya kita belajar dari mereka dan bergerak maju," lanjutnya.

Setelah Qamar resmi pensiun Selasa nanti, jabatan panglima akan dipilih langsung PM Shahbaz Sharif. Sharif diketahui akan mengumumkan calon Panglima Pakistan beberapa hari ke depan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]