Militer tahan tujuh tersangka dari kapal tanker minyak di Selat Inggris

·Bacaan 2 menit

London (AFP) - Militer Inggris pada Minggu menaiki kapal tanker minyak di lepas pantai selatan Inggris dan menahan tujuh tersangka, menurut Kementerian Pertahanan, setelah awak kapal terpaksa bersembunyi dari penumpang gelap yang mengancam mereka.

Peringatan tanda bahaya dari kapal tanker Nave Andromeda dikeluarkan sekitar pukul 1000 GMT setelah mereka terpaksa mundur ke sebuah area yang aman.

"Merespons permintaan polisi, Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri memerintahkan personel Pasukan Bersenjata untuk menaiki kapal di Selat Inggris ... yang menjadi sasaran dugaan pembajakan," tulis Kementerian Pertahanan di Twitter.

"Pasukan bersenjata berhasil menguasai kapal tersebut dan mengamankan tujuh orang," kata kementerian, menambahkan bahwa awak kapal dalam keadaan "aman dan baik-baik saja".

Media Inggris memberitakan bahwa kapal tersebut digerebek oleh Special Boat Service (SBS), dengan 16 personel menaiki kapal tanker yang terdaftar di Liberia.

Mereka yang ditangkap dilaporkan sebagai penumpang gelap asal Nigeria.

Salah satu sumber di Pulau Wight di lepas pantai selatan mengatakan kepada Daily Mail Inggris: "Kapten secara jelas menyatakan bahwa dirinya takut akan nyawa (kru kapal) dan membutuhkan bantuan segera, mereka perlu diselamatkan .... Putus asa, anda bisa mendengar ketakutan dari suaranya. "

Kementerian Pertahanan mengatakan penyelidikan polisi "kini akan dilanjutkan".

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan operasi berlangsung "di langit yang gelap, dan cuaca yang memburuk".

"Kita semua musti bersyukur atas personel kita yang berani," tambahnya.

"Hari ini kami berterima kasih untuk tindakan cepat dan tegas dari kepolisian dan pasukan bersenjata kami, yang mampu meredam situasi ini," cuit Menteri Dalam Negeri Priti Patel.

Penumpang gelap "membuat ancaman lisan terhadap awak kapal", namun "tidak ada seorang pun yang dilaporkan terluka", menurut polisi di wilayah selatan Hampshire sebelumnya. Pihaknya juga menyebutkan bahwa mereka memberlakukan zona pengecualian tiga mil (lima kilometer) di sekitar kapal tanker itu.

Kapal berada di sekitar enam mil dari Pulau Wight, menurut polisi.

Patroli pantai Inggris dan badan perlindungan perbatasan juga dipanggil guna membantu meredakan insiden tersebut.

Juru bicara patroli pantai mengatakan dua helikopter telah dikerahkan untuk membantu polisi.

Firma hukum Tatham & Co., yang mewakili pemilik kapal, mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut "100 persen bukan pembajakan".

Menurutnya, justru penumpang gelap tersebut menolak dikunci di sebuah kabin setelah ditemukan.

Seorang sumber yang dekat dengan perusahaan pelayaran juga mengatakan kepada BBC bahwa awak kapal menyadari adanya penumpang gelap di atas kapal selama beberapa waktu, namun mereka berubah menjadi brutal begitu kapal mendekati Inggris.

Awak kapal kemudian mundur ke area yang aman, di mana penyerang tidak dapat menemuinya, lanjutnya.

Kapal tersebut meninggalkan Nigeria pekan lalu dengan membawa 42.000 ton minyak mentah dan dijadwalkan berlabuh di Southampton pada Minggu pagi.