Miller Tak Percaya Iannone Positif Doping karena Daging

Sebastian Fränzschky
·Bacaan 2 menit

Iannone dinyatakan positif doping ketika menjalani tes Agensi Anti Doping Dunia (WADA) yang digelar selama MotoGP Malaysia di Sepang pada 3 November 2019.

Hasil tersebut pun membuat pembalap Tim Aprilia Racing tersebut diskors terhitung mulai 17 Desember 2019. FIM melarang Iannone ikut balapan selama 18 bulan.

Namun situasi justru memburuk bagi sang rider setelah dirinya mencoba mengajukan banding. Pengadilan Arbitrase Olahraga memvonisnya bersalah melanggar regulasi.

Alhasil, Iannone pun dijatuhi sanksi empat tahun karena terbukti menggunakan zat terlarang drostanolone meskipun mengaku pelanggaran itu tidak disengaja.

Pembalap Ducati, Jack Miller (tengah), saat berduel dengan Andrea Iannone dari Aprilia Racing (kiri) dalam MotoGP Thailand 2019.

Pembalap Ducati, Jack Miller (tengah), saat berduel dengan Andrea Iannone dari Aprilia Racing (kiri) dalam MotoGP Thailand 2019.<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Pembalap Ducati, Jack Miller (tengah), saat berduel dengan Andrea Iannone dari Aprilia Racing (kiri) dalam MotoGP Thailand 2019.Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Menurut Miller, sebagai pembalap, mereka harus benar-benar memperhatikan apa saja yang bisa dikonsumsi, terutama menjelang atau ketika tampil dalam race.

"Jika Anda bertanya kepada saya, 'Apakah itu karena dagingnya?', saya jawab tidak," kata Miller soal penyebab zat terlarang masuk dalam tubuh Iannone.

"Kami punya peternakan (di Australia) dan saya bisa jamin bahwa kami tidak memberi mereka (hewan ternak) steroid."

"Namun bila pun kami melakukannya, Anda tidak akan serta-merta positif ketika dites setelah menyantap steak," pembalap 25 tahun itu menjelaskan.

Pembalap Aprilia Racing, Andrea Iannone, dijatuhi sanksi empat tahun akibat terbukti melakukan doping.

Pembalap Aprilia Racing, Andrea Iannone, dijatuhi sanksi empat tahun akibat terbukti melakukan doping.<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Pembalap Aprilia Racing, Andrea Iannone, dijatuhi sanksi empat tahun akibat terbukti melakukan doping.Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Miller pun sama sekali tak mengeluhkan cara kerja WADA karena setiap pembalap pasti akan mendapatkan panduan dari mereka terkait doping.

"Kami selalu menerima buku yang mengatakan apa-apa saja yang boleh dan tidak. Saya telah memperbarui daftar WADA setiap dua tahun sejak di MotoGP," tutur Miller.

"Pada 2015, 2017, dan tahun lalu. Jika masuk daftar, Anda harus selalu memberi tahu mereka tiga bulan sebelumnya di mana Anda berada setiap saat."

"Saya menjalani tes setidaknya satu tahun sekali sejak tampil dalam MotoGP. Bahkan terkadang dua kali. Jadi saya hanya mengonsumsi apa yang diperbolehkan."

"Sebab kesalahan kecil bisa menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Mungkin ada kesialan (dalam kasus Iannone), namun itu bukan tanpa sebab," jelas Miller.