Mimin Sempat Lemas Saat Didekap Teroris

Laporan Wartawan Surya Yuli Ahmadani

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Mimin, pemilik warung kopi di sekitar rumah sakit lama Tulungagung, tampaknya tak bakal melupakan pengalamannya, yang terjadi pada Senin (22/07/2013).

Betapa tidak, Mimin sempat didekap oleh tersangka teroris yang tengah disergap dan ditembak Tim Densus 88.

"Saya lemas karena pada saat penembakan, pelakunya saat itu mendekap saya," kata Mimin, Senin siang.

Awalnya, Mimin tak menaruh kecurigaan terhadap empat orang pengendara sepeda motor Honda Win yang datang ke warungnya, Senin pagi. Kedua motor itu, bernopol AG 4246 RA dan AG 6470 TE.

Mimin, baru merasa kaget ketika keempat pengunjung warungnya itu disergap oleh 10 orang bersenjata lengkap. Dirinya kembali tersontak, saat kesepuluh orang personel Densus 88 menembakkan peluru dari senjatanya lebih dari 4 kali.

Pada menit selanjutnya, Mimin hanya bisa terpana melihat dua dari empat pengunjung warungnya tadi sudah menjadi mayat. Sementara dua lainnya dibawa Densus 88.

Tim Densus 88, memang menembak mati dua orang di sebuah warung dekat rumah sakit lama Tulungagung, Senin. Selain dua korban tewas, ada dua orang lagi yang ditembak tetapi  selamat dan kini diamankan tim Densus 88 Mabes Polri.

Informasi sementara, kedua orang yang ditembak mati itu adalah Dayat dan Riza yang sama-sama asal Medan. Jenazah mereka di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sedangkan dua orang yang selamat adalah Mugi Hartanto dan Sapari, keduanya asal Tulungagung. Polisi juga menyita 2 sepeda motor yang dipakai orang-orang yang diduga sebagai teroris itu.

Baca Juga:

Terduga Teroris di Tulungagung Spesialis Pencari Dana

Polisi Sebar Foto 4 Buron Teroris

Polisi Sebar Foto 4 Napi Teroris di Kepulauan Seribu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.