Mimpi Harmony Tan di Wimbledon berakhir di tangan Anisimova

Debut Wimbledon Harmony Tan berakhir ketika petenis Prancis itu dikalahkan 2-6, 3-6 oleh petenis Amerika Serikat berusia 20 tahun Amanda Anisimova pada babak keempat di London, Senin waktu setempat.

Petenis peringkat 115 dunia Tan, yang mengejutkan juara Grand Slam 23 kali Serena Williams dalam pertandingan epik pada hari kedua Wimbledon, melanjutkan mimpinya di turnamen Grand Slam lapangan rumput itu dengan dua penampilan impresif berikutnya.

Namun, permainannya yang cerdik bukan tandingan unggulan ke-20 Anisimova, dengan pemainan baseline yang kuat berhasil menyelesaikan pertandingan dalam waktu 74 menit.

Anisimova, yang mengalahkan petenis Amerika lainnya Coco Gauff di babak sebelumnya dan menjadi petenis putri asal Amerika terakhir yang tersisa di tunggal, akan menghadapi juara 2019 Simona Halep pada pertandingan berikutnya.

Baca juga: Debut penakluk Serena Williams di Wimbledon berlanjut

Sejak mencapai semifinal French Open pada 2019 dan dicap sebagai petenis besar berikutnya dalam tenis putri Amerika, Anisimova yang lahir di New Jersey mengalami masa traumatis.

Ayahnya meninggal karena serangan jantung tepat sebelum US Open tahun itu dan sejak itu dia agak dibayangi oleh pemain muda lainnya yang telah menerobos.

Petenis berusia 20 tahun itu tiba di Wimbledon tanpa terdeteksi radar tetapi permainannya berkembang pesat untuk mencapai perempat final Grand Slam keduanya.

Dia dengan cepat mengungguli Tan melakukan pukulan forehand untuk mematahkan servis di gim ketiga, saat Tan tampak lelah melakukan pukulan forehand yang panjang, untuk membuntuti 4-1.

Baca juga: Rahasia Harmony Tan tumbangkan Serena Williams

Tan, yang hanya pernah memenangi dua pertandingan utama Grand Slam sebelum Wimbledon ini, menghentikan Anisimova dengan menahan servis pada kedudukan 5-1 tetapi tidak pernah benar-benar terlihat mampu memberikan kejutan lagi.

Sebuah kesalahan ganda memberi Anisimova sebuah break awal pada servis di set kedua dan petenis Amerika itu kembali mematahkan servis untuk memastikan kemenangan dengan pukulan backhand.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit hari ini. Saya sedikit lelah," kata Tan, yang berusia 24 tahun, dikutip dari Reuters.

"Dia bermain sangat bagus. Tapi saya sangat senang, Anda tahu, berada di pekan kedua. Saya pikir itu adalah turnamen yang luar biasa bagi saya," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Elena Rybakina maju ke perempat final Wimbledon
Baca juga: Ons Jabeur ke perempat final Wimbledon
Baca juga: Tatjana Maria bangkit jungkalkan Ostapenko ke perempat final Wimbledon

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel