Mimpi Seto Nurdiyantoro: Bawa Klub Juara Liga 1 Hingga Latih Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Seto Nurdiyantoro adalah salah satu pelatih muda yang namanya terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Seto kerap disebut punya filosofi bermain yang menarik.

Menghadapi Liga 1 2022/2023, Seto Nurdiyantoro kembali lagi ke PSS Sleman. Ia belum lama ini ditunjuk menjadi pelatih kepala di klub berjulukan Elang Jawa tersebut.

Ini akan jadi kesempatan kedua bagi Seto menukangi PSS di Liga 1. Sebelumnya, Seto Nurdiyantoro juga pernah menjadi juru taktik Tim Elang Jawa di Liga 1 2019 lalu.

Kepada kanal YouTube Akurasi TV, Seto mengungkapkan beberapa mimpi yang ingin ia gapai sebagai pelatih. Mulai dari membawa klub juara Liga 1 dan terlibat di Timnas Indonesia.

"Inginnya sampai tahap tertinggi, salah satunya membawa tim Liga 1 juara. Saya juga pengen terlibat ke Timnas Indonesia," ungkap Seto Nurdiyantoro.

Tidak Pernah Punya Cita-Cita

Foto manajemen PSS Sleman memperkenalkan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih baru. (Bola.com/Hery Kurniawan)
Foto manajemen PSS Sleman memperkenalkan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih baru. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Dalam kesempatan tersebut, Seto Nurdiyantoro juga berbicara soal masa kecilnya. Masa dimana ia pertama kali mengenal olahraga sepak bola.

Menurut Seto ketika masih kecil ia tidak memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepak bola. Pun demikian ketika ia sudah menjadi pemain. Seto tak punya mimpi untuk meneruskan karier sebagai pelatih.

"Saya nggak ada cita cita jadi pemain bola. Mungkin pertama hobi, dari kecil suka main bola tanpa alas kaki. Dulu kalau ditanya ya cita-cita pengen jadi insinyur jadi dokter," katanya.

"Saat-saat sudah mulai ke profesional ya sudah di situ, artinya saya mencari kekurangan dan memperbaiki itu. Prosesnya bagaimana saya jadi pemain profesional saya ngikuti alurnya saja, waktu jadi pemain pun saya tidak kepikiran jadi pelatih. Mulai dari kursus-kursus akhirnya berlanjut," sambung eks pemain PSIM Yogyakarta ini.

Lebih Enak Jadi Pemain

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro dengan miniatur bus pemberian suporter cilik setelah laga melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Minggu (22/12/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro dengan miniatur bus pemberian suporter cilik setelah laga melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Minggu (22/12/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Seto kemudian menyebut tugas sebagai pelatih itu jauh lebih berat ketimbang saat masih berstatus sebagai pemain. Menurut dia pelatih punya tugas yang kompleks.

Ia harus bisa meracik strategi yang cocok untuk timnya. Juga menyatukan banyak karakter menjadi satu sehingga tujuan utama tim bisa dicapai bersama-sama.

"Kalau mau dibandingkan, enak jadi pemain daripada pelatih. Kalau jadi pelatih lebih kompleks. Karakter pemain kan beda-beda itu yang susahnya untuk menyatukan itu," jelas Seto.

Simak Posisi Akhir PSS Sleman di BRI Liga 1:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel