Minat Investor untuk Sustainability Bond Masih Tinggi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat permintaan sustainability corporation bonds masih akan tinggi. Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja mengatakan, hal ini merujuk pada perilaku investor di beberapa negara yang menyoroti isu Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Demand dari sustainability corporate bond makin banyak dari luar dan kita lihat bahwa dari sisi minat sangat menarik,” kata dia dalam video konferensi Hasil Bisnis Semester I-2021, Rabu (21/7/2021).

Harold menambahkan, hal itu sejalan dengan tren global. Sustainability corporate bond jadi salah satu pembeda untuk beberapa perusahaan agar lebih terlihat dibandingkan perusahaan lain.

"Kita lihat demand itu makin besar. investor makin lihat itu sebagai diferensiator. Misalnya investor Europe itu sangat sensitif dengan isu ESG. Ini akan jadi diferensiator, bagaimana perusahaan bisa standout dibandingkan perusahaan yang lain,” kata dia.

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan itu, Harold mengatakan tantangan lainnya yakni perusahaan harus mampu merepresentasikan ESG dalam bisnis perseroan. Salah satunya seperti dari sisi profil risiko.

"Kita expect bahwa kalau perusahaan lakukan effort yang lebih untuk ESG ini semoga bisa ditranslasi dengan perbaikan dari risk profile,” kata dia.

Bank Mandiri Terbitkan Suistanability

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bank Mandiri (BRI) sebelumnya juga telah menerbitkan sustainability corporation bonds yang mengalami oversubscribe.

Dengan nilai USD 300 juta, penerbitan sustainability bond itu menerima demand order lebih dari USD 2,5 miliar pada saat proses book building. Sehingga terdapat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 8,3 kali dari rencana jumlah bond yang diterbitkan. Hal ini menunjukkan persepsi positif dari investor asing terhadap kinerja dan prospek bisnis Bank Mandiri ke depan.

"Transaksi sustainability corporate bond oleh Bank Mandiri sizenya USD 300 juta. Tapi orderbook itu sampai USD 2,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa risk profile dari Bank Mandiri sangat menarik,” kata Harold.

Adapun per 30 Juni 2021, Investment Banking Mandiri Sekuritas telah menyelesaikan 15 penjaminan obligasi rupiah (IDR Bonds) dan 7 penjaminan global bond.

"Kita lihat IDR Bonds ini masih sangat menarik ternyata sebagai sumber alternatif pendanaan, dan yang lebih menggembirakan adalah minat dari investor asing untuk global bonds,” kata Harold.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel