MIND ID targetkan penurunan emisi satu persen pada 2022

·Bacaan 3 menit

BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi karbon dioksida sebesar satu persen pada tahun ini sejalan dengan aspek keberlanjutan yang perusahaan usung.

Komitmen ini merupakan representasi upaya perusahaan menurunkan emisi dari sektor energi dan Industrial Process and Product Uses (IPPU) sebesar 15,8 persen pada 2030 dan mendukung aspirasi netralitas karbon pemerintah Indonesia pada 2060.

"Program dekarbonisasi merupakan perwujudan dari salah satu pilar Sustainability Pathway, yaitu Environment & Climate Change. MIND ID telah memetakan potensi-potensi inisiasi penurunan emisi pada aktivitas operasional," kata Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

MIND ID menghasilkan emisi yang berasal dari dua cakupan. Pada 2019, rona cakupan satu yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil (batu bara dan marine fuel oil) untuk proses pengolahan, dan bahan bakar diesel untuk kendaraan proyek.

Total ada 2,8 juta ton karbon dioksida ekuivalen emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari cakupan pertama tersebut.

Kemudian, rona cakupan dua berupa penggunaan listrik yang bersumber dari grid PLN untuk kegiatan operasi dan produksi yang tercatat sebesar 0,1 juta ton karbon dioksida ekuivalen.

Pada 2021, MIND ID menghasilkan emisi Business as Usual (BAU) dari cakupan satu dan dua sebesar 3,335 juta ton karbon dioksida ekuivalen yang bersumber dari kegiatan produksi dan operasional pertambangan.


Baca juga: Menko Airlangga dorong upaya mereduksi emisi karbon

MIND ID berhasil mencatat pengurangan emisi sebesar 71 ribu ton karbon dioksida ekuivalen atau sebesar 2,13 persen dari emisi BAU kegiatan produksi dan operasional pertambangan pada tahun lalu.

Dany menyampaikan pihaknya merancang inisiatif penurunan emisi karbon melalui kombinasi dari peralihan bahan bakar, efisiensi produksi hingga carbon offset sebagai upaya kontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

MIND ID juga berupaya menghadirkan energi ramah lingkungan di masyarakat sekaligus bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan.

Melalui anak usahanya PT Bukit Asam Tbk dukungan terhadap pengurangan emisi karbon global dan presidensi G20 Indonesia dilakukan salah satunya melalui groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada jalan tol Bali Mandara di Ngurah Rai.

Selain itu, Bukit Asam juga sudah menginisiasi PLTS di Desa Tanjung Raja, Muara Enim untuk program tanggung jawab sosial perusahaan bidang pertanian. PLTS tersebut digunakan sebagai sumber energi pompa irigasi sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian padi.

Baca juga: Indonesia butuh dukungan internasional guna percepat penurunan emisi

Sedangkan, PT Timah Tbk menempatkan PLTS sebagai salah satu fasilitas pendukung area reklamasi bekas tambang di Selinsing, Belitung Timur.

Kemudian, PT Aneka Tambang menggunakan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya pengendalian emisi karbon dalam aktivitas pertambangan.

Sejak 2019, Aneka Tambang telah mulai memanfaatkan penggunaan teknologi solar sel sebagai sarana penerangan di area pertambangan bauksit di Kalimantan Barat. Selain itu, pemanfaatan teknologi energi terbarukan juga digunakan untuk mendukung kegiatan pengembangan masyarakat di sekitar tambang emas Pongkor, Jawa Barat.

"Selain inisiatif yang sudah ada, grup MIND ID terus mengeksplorasi dan mengupayakan peluang-peluang baru penurunan emisi, seperti penggunaan peralatan dan kendaraan operasional berbasis baterai listrik, solusi berbasis alam, dan lain sebagainya," ujar Dany.


Baca juga: Jepang dorong upaya mewujudkan emisi nol bersih di Indonesia
Baca juga: Sri Mulyani: Kehutanan pemberi kontribusi terbesar penurunan CO2

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel