Minggu ini donasi alat kesehatan dari investor China akan datang lagi

Risbiani Fardaniah

Sebanyak 40 ton peralatan kesehatan (alkes) dari para investor China yang berinvestasi di Indonesia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jumat dini hari tadi untuk membantu penanganan wabah Virus Corona baru atau COVID-19 dan bantuan tahap selanjutnya akan menyusul pada minggu ini.

Bantuan tersebut didatangkan atas kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, BNPB, Bea Cukai, Garuda Indonesia, dan Angkasa Pura II.

Baca juga: Pesawat TNI-AU angkut 9 ton peralatan medis dari Shanghai

"Bantuan ini berasal dari investor China yang berfokus pada hilirisasi minerba. Alhamdulillah bantuan tahap satu sudah tiba dengan selamat, selanjutnya minggu ini akan datang lagi yang tahap dua, kami bergerak cepat," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono di Terminal Kargo 530 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat, demikian dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Bantuan seberat 40 ton alat kesehatan itu diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777 yang bertolak dari Bandara Pudong, Shanghai, pada Kamis (26/3) pukul 19.15 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (27/3) dini hari pukul 01.40 WIB.

Baca juga: Pengusaha China sumbang alat kesehatan melalui KJRI Shanghai

Pasokan medis itu terdiri dari test kit COVID-19, swab kit, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui BNPB, rumah sakit-rumah sakit, dan jaringan beberapa fakultas kedokteran.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyampaikan beberapa investor asal China memberikan sumbangan untuk membantu proses penanganan wabah COVID-19.

Donatur tersebut sebagian besar adalah investor yang telah berinvestasi di Indonesia seperti di Morowali, Weda Bay, Obi, Kendari, Konawe, dan sekitarnya. Investor itu mengirimkan bantuan untuk membantu penanganan pandemi secara nasional, khususnya daerah tempat mereka berinvestasi.

Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi bantu datangkan 40 ton alkes asal China

Baca juga: Menhan Prabowo sebut China tawarkan bantuan penanganan COVID-19