Minggu, SpaceX luncurkan empat astronot ke ISS

·Bacaan 3 menit

Washington (AFP) - Empat astronot bersiap meluncurkan "Ketahanan" SpaceX Crew Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Minggu, yang pertama dari apa yang diharapkan AS akan menjadi banyak misi rutin setelah uji terbang yang sukses akhir musim semi.

Tiga astronot Amerika -Michael Hopkins, Victor Glover dan Shannon Walker- dan Soichi Noguchi dari Jepang akan diluncurkan Minggu pukul 19:27 (Senin, 07.27 WIB) dari Kennedy Space Center di Florida.

Pada Mei, SpaceX menuntaskan misi demonstrasi yang menunjukkan mereka bisa membawa astronot ke ISS dan memulangkan lagi mereka dengan selamat sehingga mengakhiri ketergantungan selama hampir satu dekade kepada Rusia dengan menaiki roket Soyuz.

"Sejarah yang dibuat kali ini adalah kami meluncurkan apa yang kami sebut penerbangan operasional ke Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata administrator NASA Jim Bridenstine kepada wartawan, Jumat.

Peluncuran itu akan dihadiri oleh Wakil Presiden Mike Pence dan Karen Pence.

Awak akan berlabuh di tujuan mereka sekitar Senin malam pukul 23:00 (Selasa, 11.00 WIB), bergabung dengan dua kosmonot Rusia dan seorang astronot Amerika di dalam ISS, dan tinggal selama enam bulan.

Crew Dragon awal pekan ini menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang disertifikasi oleh NASA sejak Pesawat Ulang Alik hampir 40 tahun silam.

Ini adalah kapsul yang bentuknya mirip dengan pesawat ruang angkasa yang mendahului Pesawat Ulang-alik, dan kendaraan peluncurannya adalah roket yang bisa digunakan lagi SpaceX Falcon 9.

Pada akhir misinya, Crew Dragon mengembangkan parasut untuk kemudian memercik ke dalam air seperti pada era Apollo.

NASA beralih ke SpaceX dan Boeing setelah menutup program Pesawat Ulang-alik pada 2011 yang gagal dalam tujuan utamanya membuat perjalanan luar angkasa terjangkau dan aman.

NASA akan menghabiskan lebih dari 8 miliar dolar AS untuk program Commercial Crew pada 2024, dengan harapan sektor swasta bisa memenuhi kebutuhan NASA di "orbit rendah Bumi" sehingga dibebaskan untuk fokus kepada misi kembali ke Bulan dan kemudian ke Mars.

SpaceX, yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002, telah melompati pesaingnya yang jauh lebih tua, Boeing, yang programnya gagal setelah uji gagal Starliner tidak berawaknya tahun lalu.

Namun keberhasilan SpaceX tidak mengartikan AS akan berhenti sama sekali berhubungan dengan Rusia, kata Bridenstine.

"Kami ingin melakukan pertukaran kursi di mana astronot Amerika dapat terbang dengan roket Soyuz Rusia dan kosmonot Rusia dapat terbang dengan kendaraan awak komersial," kata dia seraya menjelaskan hal itu perlu jika salah satu program tidak berfungsi untuk jangka waktu tertentu.

Walaupun demikian, kenyataannya adalah bahwa hubungan luar angkasa antara AS dan Rusia, salah satu dari sedikit titik terang dalam hubungan bilateral mereka telah rusak dalam beberapa tahun terakhir dan masih banyak yang tidak pasti.

Rusia mengatakan tidak akan menjadi mitra dalam program Artemis untuk kembali ke Bulan pada 2024 dengan mengklaim misi yang dipimpin NASA itu terlalu berpusat kepada AS.

Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia juga berulang kali mengejek teknologi SpaceX. Musim panas ini dia mengumumkan bahwa Roscosmos akan membuat roket yang melampaui Musk.

Dia mengatakan kepada kantor berita negara bahwa dia tidak terkesan dengan pendaratan di air Crew Dragon yang disebutnya "agak kasar" dan mengatakan lembaganya sedang mengembangkan roket metana yang bisa digunakan kembali 100 kali.

Tetapi fakta bahwa sebuah badan antariksa nasional merasa tergerak untuk membandingkan dirinya dengan sebuah perusahaan bisa dibilang validasi dari strategi pemerintah-swasta NASA.

Kemunculan SpaceX juga membuat Roscosmos kehilangan aliran pendapatan yang berharga.

Menurut perkiraan tahun lalu, biaya perjalanan pulang-pergi bersama roket Rusia telah meningkat dan mencapai sekitar 85 juta dolar AS per astronot.

Transisi pemerintahan selalu menjadi masa sulit bagi NASA, dan kenaikan Joe Biden pada Januari diperkirakan tidak berbeda.

NASA belum mendapatkan puluhan miliar dolar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program Artemis, dari Kongres.

Bridenstine telah mengumumkan bahwa dia akan mundur agar presiden baru bisa menetapkan tujuannya sendiri untuk eksplorasi ruang angkasa.

Sejauh ini, Biden belum mengomentari lini masa 2024.

Dokumen partai Demokrat mengatakan mereka mendukung aspirasi Bulan dan Mars NASA, tetapi juga menekankan peningkatan divisi ilmu Bumi dalam badan tersebut untuk lebih memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi planet kita.

ia-ico/acb