Minim APD untuk Rawat Pasien Corona COVID-19, IDI Jabar Layangkan Surat ke Presiden

Liputan6.com, Bandung - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menyediakan pasokan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, khususnya dokter. Alasannya, APD tersebut merupakan syarat mutlak bagi dokter yang merawat pasien COVID-19.

Menurut Ketua IDI Jawa Barat Eka Mulyana, kendala kekurangan APD ini diketahui berdasarkan laporan seluruh anggota satuan tugas penanganan COVID-19 di 34 rumah sakit. Bahkan sebut Eka, di tingkat fasilitas kesehatan dan puskesmas, APD tersebut menjadi barang langka.

"Kami tenaga medis, juga tentu dengan tenaga kesehatan lainnya yang berada di gugus depan, di garis depan yang langsung berhadapan dengan pasien, terkendala satu hal. Yang justru ini sangat riskan dan vital. Yaitu apa? Yaitu hampir semua teman kami di semua cabang kota kabupaten, terkendala dengan adanya alat pelindung diri. Atau APD cover all," kata Eka kepada Health-Liputan6.com, Bandung, Minggu, 22 Maret 2020.

 

 

Permintaan APD Kerap DIsampaikan

Eka mengaku minimnya persediaan APD untuk petugas medis yang menangani pandemi COVID-19, acap kali disampaikan dalam berbagai kegiatan. Bahkan disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tapi kenyataannya kata Eka, ketersediaan APD bagi petugas medis yang langsung kontak dengan pasien COVID-19 sulit terlaksana. Hal itu dibuktikan sampai akhir pekan kemarin, terdapat lima dokter yang meninggal saat menangani pasien COVID-19.

"Dan beberapa malah dirawat dengan kondisi kritis. Di Jawa Barat, ada tiga dokter dan di provinsi lain, Medan kalau tidak salah ada juga. Apakah ini akan berlanjut terus? Tentu ini tidak kita inginkan. Sehingga akhirnya kalau tenaga kesehatan juga terancam keamanannya, tentu ini akan berakibat terhadap pasien bahkan masyarakat lebih luas," ujar Eka.

Ketersediaan APD Mutlak dan Tak Bisa Ditunda

Eka mengaku heran dengan kebijakan pemerintah yang tidak dapat memacu seluruh perusahaan bidang apa pun, untuk serentak memproduksi APD yang kini sangat dibutuhkan. Sementara di negara lain Eka mencontohkan, pengadaan APD ini sangat mutlak bahkan tidak terbatas jumlahnya.

Atas dasar itulah IDI Jawa Barat melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, bahwa ketersediaan APD bagi petugas medis sama derajatnya dengan pencarian obat medis untuk COVID-19. IDI Jabar menekankan ketersediaan APD sangat mutlak keberadaannya dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. (Arie Nugraha)