Minimalisir Kerusakan Akibat Gempa, Proyek Tol Padang Pakai Metode Ini

Hardani Triyoga, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penanganan perbaikan tanah dasar proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Padang-Pekanbaru satu Seksi Sicincin-Padang, dikerjakan dengan metode Full Displacement Columns (FDC). Alasan metode ini diterapkan karena wilayah memiliki kondisi tanah yang labil.

Manager Pengendali dan Pelaksana PT Hutama Karya Berlin Tampubolon menjelaskan, metode khusus ini diterapkan untuk wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi.

“Sebagian besar tanah dasarnya adalah lunak. Ditambah lagi, kondisi alam Sumbar berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar dan patahan Semangko. Jadi, metode FDC ini adalah metode yang pas diterapkan untuk pembangunan jalan tol di sini," kata Berlin, Selasa, 30 Maret 2021.

Dia menambahkan, penerapan metode FDC ini bisa mengantisipasi dan meminimalisir dampak kerusakan jalan tol akibat gempa atau kondisi tanah yang labil. Pun, ia menyebut dengan metode ini bisa meningkatkan dan memperbaiki masalah daya dukung tanah dan penurunan akibat kondisi tanah yang labil.

Salah satu caranya dengan pengeboran kedalaman tertentu. Kemudian, dimasukan semen jenis coral untuk pengerasan tanah. Khusus di Tol Padang-Sicincin, kedalaman lubang bor untuk FDC ini mulai 15 meter hingga 20 meter.

“Bervariasinya kedalaman untuk FDC itu. Melihat kondisi tanah itu sendiri. Kondisi tanah, menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Tapi, semua itu bisa diatasi dengan metode perbaikan tanah dasar yakni, dengan metode replacement, cermaton, PVD+Preloading, dan metode kolom grout modular atau FDC," jelasnya.

Berlin melanjutkan, metode replacement juga menggantikan tanah kembali dengan yang bagus disertai kedalaman sampai empat meter. Sementara, metode cermaton, dengan cara memasang cerucuk matras beton untuk tanah lunak sampai dengan kedalaman 12 meter.

Selanjutnya, metode PVD+Preloading atau pembebanan artinya, untuk tanah lunak sampai kedalaman 15 meter. Lalu, metode kolom grout modular atau tiang bor FDC yakni, untuk tanah lunak sampai kedalaman 20 meter.

“Kita berharap, adanya metode itu dapat memberikan kondisi jalan yang kuat dan tangguh, dan ini sebuah inovasi dari Hutama Karya juga, dalam hal menghadirkan pengerjaan yang berkualitas," tutur Berlin

Terkait progres jalan tol Seksi Sicincin-Padang, Berlin menyampaikan saat ini pelaksanaan pembangunan ruas jalan tol itu sudah 37,98 persen. Progres itu terdiri dari pengerjaan fisik yang sudah mencapai kurang lebih 20 persen sepanjang kurang lebih 9 kilometer. Adapun sisanya adalah pengadaan material pabrikan yakni pre-cost, tiang pancang dan material lainnya.

“Dengan adanya progres dan pengerjaan itu, telah menunjukkan bahwa proyek jalan tol Seksi Sicincin - Padang ini, tetap jalan dan tidak ada yang berhenti, seperti adanya pemberitaan yang beredar," ujar Berlin.