Minimarket Muncul, Omzet Pasar Menurun Tajam

Minimarket Muncul, Omzet Pasar Menurun Tajam
Minimarket Muncul, Omzet Pasar Menurun Tajam


Laporan Wartawan Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Sejumlah pedagang di Pasar Cibatu, Garut, mengaku dalam beberapa tahun terakhir ini pendapatan mereka trennya selalu tetap, bahkan sebagian lagi mengaku omzetnya menurun tajam. Penyebabnya, setiap harinya warga yang berbelanja ke Pasar Cibatu semakin berkurang.

Salah seorang pedagang, Ade, mengatakan, sebagai pedagang yang biasa berjualan di sana, ia merasa dirugikan dengan kondisi pasar yang semrawut. Selain itu, pasar yang selalu becek dan menjadi biang kemcetan semakin membuat warga enggan datang ke pasar.

Buruknya sarana pasar yang membuat warga tidak nyaman ketika berbelanja, menurutnya, secara otomatis berdampak ikut menurunkan penghasilan atau omzet para pedagang. Ade juga khawatir, maraknya minimarket di Cibatu akan mengalahkan daya saing pasar tradisional.

"Makanya kami ingin pasar ini segera dibangun agar kondisinya lebih representatif dan nyaman, baik bagi pedagang maupun warga," kata Ade saat ditemui Tribun di Pasar Cibatu, Kamis (12/1/2012) sore.

Menurut dia, kondisi semrawut yang terjadi di Pasar Cibatu sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Selain kondisi pasar yang becek, sempitnya areal pasar membuat banyak kendaraan yang berhenti di depan pasar dan mengakibatkan kemacetan parah setiap harinya.

"Jika sarana pasar ini kondisinya seperti ini terus, mungkin para pedagang di Pasar Cibatu akan gulung tikar. Banyak warga yang mengaku malas ke pasar karena becek dan sering macet," kata Ade.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Garut, Yudi Setia Kurniawan, menambahkan, selama ini ia selalu menerima keluhan dari warga pedagang pasar mengenai menurunnya omzet pendapatan mereka.

Dari keluhan warga pasar tersebut, kata Yudi, diketahui permasalahan infrastruktur menjadi kendala utama. "Jadi para konsumen lebih memilih berbelanja di minimarket dibanding di pasar tradisional yang kondisinya kumuh dan jorok," kata Yudi.

Ia mengatakan warga di sejumlah wilayah di Kecamatan Cibatu sangat berharap pembangunan pasar itu segera direalisasikan karena pasar yang ada saat ini masih merupakan pasar darurat. Masyarakat yang berbelanja di Pasar Cibatu tidak hanya berasal dari Cibatu, tapi juga dari kecamatan lainnya, seperti Kersamanah, Pangatikan, Selaawi, dan Limbangan.

"Keberadaan pasar mutlak diperlukan masyarakat guna meningkatkan taraf perekonomian warga Cibatu," ujarnya. (zam)