Minta Maaf di Status WhatsApp, Lalu Bunuh Diri

Agus Rahmat, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang pemuda di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, nekat bunuh diri. Sebelum aksi itu, ia sempat meng-update status di WhatsApp (WA) dengan menyampaikan permohonan maaf.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemuda itu berinsial HS, warga Jalan Purwo, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Pria 17 tahun itu ditemukan dengan tubuh tergantung dengan kondisi leher terlilit tali nilon.

“Jasad HS pertama kali ditemukan adiknya,” ungkap Kasubag Humas Polresta Deli Serdang, Iptu Ansari.

Baca juga: Setelah Bunuh Istri Polisi, Pelaku Sembunyi di Masjid

Menerima laporan ada warga meninggal dunia diduga bunuh diri, aparat kepolisian dari Polsek Lubuk Pakam dan tim Inafis diterjunkan untuk memeriksa jasad HS. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

Begitu juga sejumlah barang bukti, ikut diamankan petugas kepolisian di lokasi kejadian yang berada di rumah korban.

"Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri," tutur Ansari.

Ansari menjelaskan jasad HS ditemukan adik kandung korban dalam keadaan tergantung di dapur rumah mereka. Kemudian, menurut keterangan pihak keluarga, almarhum sebelum kejadian sempat meminta maaf kepada kedua orangtua dan teman-teman melalui status WhatsApp.

"Korban sempat membuat history minta maaf sebelum gantung diri," katanya. (ren)