Minta Maaf, Ini Pengakuan Wanita yang Memaki Petugas Penyekatan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gusty alias Uty dan suaminya, Hasan, meminta maaf secara terbuka kepada petugas gabungan penyekatan lantaran telah memaki-maki mereka. Dia juga mohon maaf ke seluruh masyarakat Indonesia secara terbuka, atas perilaku dan ucapannya yang tak pantas.

Permintaan maaf itu diucapkan Uty dan Hasan di hadapan petugas kesehatan, Dishub dan anggota Polres Cilegon yang terkena maki-maki, di Mapolres Cilegon, hari ini.

"Saya minta maaf kepada petugas yang berjaga, saya karena emosi disuruh putar balik. Saya ke sana bukan untuk berwisata, namun menjenguk saudara saya yang sakit. Kiranya perbuatan saya dimaafkan," kata Uty, saat menyampaikan permintaan maafnya, Senin, 17 Mei 2021.

Begitu pun sang suami, Hasan, meminta maaf secara terbuka dan mohon dimaafkan oleh seluruh anggota Polri, TNI, Dishub, tenaga kesehatan hingga masyarakat Indonesia.

Hasan mengaku terbawa emosi karena selalu terkena penyekatan. Dia juga mengakui tidak bisa menunjukkan identitas dan persyaratan yang diminta petugas penyekatan.

"Atas nama pribadi dan keluarga, mohon maaf yang sebesar-besarnya, yang berjaga di pos JLS pada siang kemarin, kepada Dishub, kesehatan, polisi dan seluruh masyarakat Indonesia, atas emosi saya yang meluap," kata Hasan.

Dia menerangkan berangkat dari Kota Serang menuju Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk menjenguk saudaranya yang sakit. Awalnya, dia melalui jalur Padarincang, Kabupaten Serang, namun terkena penyekatan dan disuruh putar balik.

Kemudian mengambil arah Kota Cilegon, berniat menyusuri jalur Anyer untuk sampai di Carita. Namun kembali tersekat di pertigaan JLS, Ciwandan, Kota Cilegon, oleh petugas gabungan.

"Tujuannya menjenguk sepupu saya yang sakit. Saat diminta persyaratan, kami tidak bisa menunjukkannya," ujarnya.