Minta Maaf Usai Dibombardir, Presiden BWF Bawa-bawa Asian Games 2018

Ridho Permana
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali telah mengumumkan permohonan maaf Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer, atas kejadian kurang mengenakkan yang dialami tim Indonesia selama gelaran All England. Dalam pernyataannya, Hoyer ikut meminta maaf kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, dan seluruh rakyat Indonesia.

Seperti diketahui, tim Indonesia batal bertanding di All England setelah 20 dari 24 orang yang berangkat ke Inggris mendapat surat elektronik dari NHS untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Aturan itu diberlakukan karena penggawa Merah Putih berada satu pesawat dengan orang yang positif COVID-19.

Aturan tersebut membuat Indonesia gagal bertanding di All England lantaran masa isolasi lebih lama dari penyelenggaraan All England. Yang lebih menyakitkan, Kevin Sanjaya Sukamuljo cs menerima tindakan kurang menyenangkan serta diskriminatif selepas dinyatakan harus menjalani isolasi.

Setelah "dibombardir" oleh netizen Indonesia, federasi tertinggi bulutangkis dunia itu akhirnya menyampaikan permohonan maafnya melalui surat yang dikirimkan pada Minggu, 21 Maret 2021. Surat ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Ketua Umum PBSI dan jajarannya, serta rakyat Indonesia.

"Ketika pandangan-pandangan yang mengkritik BWF, ketika kami melakukan konferensi pers dua kali itu sudah dapat tanggapan dari Presiden BWF nanti suratnya akan kita berikan. Surat itu ditujukan kepada saya sebagai Menpora," kata Amali dalam konferensi pers di Gedung VIP Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin 22 Maret 2021.

Singgung Asian Games 2018

Lantas seperti apa isi surat BWF? Setelah dibombardir habis-habisan oleh netizen Indonesia, salah satu kutipan BWF menyinggung penyelenggaraan Asian Games 2018. Selain itu, ia mengaku benar-benar cinta Indonesia.

"Saya juga menghadiri Asian Games 2018, dan bangga melihat keberhasilan panitia penyelenggara dalam menghadirkan acara yang luar biasa ini. Yakinlah, saya benar-benar cinta indonesia," isi kutipan surat permintaan BWF yang diterima VIVA Bulutangkis, Selasa 23 Maret 2021.

"Sebagai Presiden BWF, saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami telah menganggap insiden ini sebagai pelajaran yang serius dunia baru COVID-19. Kami berusaha untuk melakukan peningkatan. Ke depan, kami percaya hubungan jangka panjang antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis dan akan menjadi lebih kuat di masa depan," ucapnya.

Berikut isi surat permintaan maaf BWF untuk Indonesia:

"Yang Terhormat Bapak Zainudin Amali, Bersama ini saya dengan hormat ingin menyampaikan penyesalan dan kekecewaan saya atas keadaan minggu lalu di YONEX All England Open 2021.

Saya dengan tulus meminta maaf kesusahan dan frustrasi yang ditimbulkan kepada para pemain dan tim Indonesia. Atas nama seluruh Keluarga BWF, saya ingin berbagi perasaan ini dengan Yang Mulia Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar untuk Inggris Raya, Pejabat Pemerintah, Presiden PBSI dan Pejabat, Rakyat Indonesia, dan khususnya komunitas dan basis fans bulutangkis Indonesia yang lebih luas.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia adalah salah satu negara raksasa dunia bulutangkis, dengan banyak bintang bulutangkis berbakat kelas dunia yang dihasilkan. BWF juga menyadari bahwa pemain bulutangkis Indonesia adalah ikon nasional dan membawa harapan besar negara mereka di panggung internasional.

Ketika saya masih bermain untuk Tim Nasional Denmark, saya merasakan hubungan timbal balik yang hangat dengan pemain dan ofisial Indonesia. Saya juga menghadiri Asian Games 2018, dan bangga melihat keberhasilan panitia penyelenggara dalam menghadirkan acara yang luar biasa ini. Yakinlah, saya benar-benar cinta indonesia.

Sebagai Presiden BWF, saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami telah menganggap insiden ini sebagai pelajaran yang serius dunia baru COVID-19, dan kami berusaha untuk melakukan peningkatan. Ke depan, kami percaya hubungan jangka panjang antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis dan akan menjadi lebih kuat di masa depan," berikut isi surat BWF tertanggal 21 Maret 2021 itu.