Minta Setop Kekerasan, AS Desak Taliban Lanjutkan Perbincangan Damai

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Amerika Serikat yakin akan keberlanjutan pembahasan upaya perdamaian antara Taliban dan Afghanistan yang sebelumnya mengalami kendala.

AS tetap optimis pada agenda tesebut, meskipun pertempuran semakin meningkat di tengah rencana penarikan mundur pasukan Amerika dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) dari Afghanistan.

Dalam sebuah pengarahan (briefing) di Kabul, seorang pejabat senior AS, Selasa (4/5), mengatakan usaha diplomatik Washington masih berlanjut untuk mencoba memulihkan proses perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

"Kami tidak menyerah pada usaha perdamaian," kata diplomat Departemen Luar Negeri, yang minta agar namanya tidak disebutkan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (5/5/2021).

"Kami berusaha untuk mendesak dengan segala cara agar Taliban mau kembali ke meja perundingan, dan secara serius."

"Kami berharap dan mengantisipasi hal itu akan terjadi," tambahnya.

Perundingan Bersama Taliban

Kelompok militan Taliban di Afghanistan. (AFP)
Kelompok militan Taliban di Afghanistan. (AFP)

Pejabat itu berbicara sehari setelah Zalmay Khalilzad, Utusan Khusus Amerika Untuk Rekonsiliasi di Afghanistan, berkunjung ke Kabul.

Di mana dia menyampaikan rincian terbaru dari ofensif perdamaiannya dengan kepemimpinan di Afghanistan.

Khalilzad melakukan perjalanan ke Ibu Kota Afghanistan dari Doha, Qatar, di mana dia melakukan pembicaraan dengan para perunding Taliban yang berbasis di sana.

Saksikan Video Berikut Ini: