Minyak Dunia Turun, Pemerintah Seharusnya Bisa Tunda Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kemarin, Sabtu (3/9) pukul 14.30. kenaikan harga BBM ini dinilai akan langsung disusul kenaikan berbagai harga komoditas lainnya.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mengatakan, langkah pemerintah ini belum tepat, karena masyarakat masih berada di bawah himpitan ekonomi yang sulit dan daya beli yang masih sangat rendah.

"Pemerintah dengan teganya justru menaikkan harga BBM. Padahal kondisi saat ini di mana harga minyak dunia sedang turun mestinya pemerintah masih dapat menunda kenaikan harga BBM ini," ujar Achmad, Jakarta, Minggu (4/9).

Menurutnya, dari kenaikan ini juga akan berdampak kepada Indonesia yang akan terancam oleh stagflasI. Kenaikan berbagai hara tidak diikuti oleh kesempatan kerja bahkan terdampak potensi PHK besar besaran karena pabrik juga akan keberatan menghadapi dampak dari kenaikan harga BBM.

"Bantalan sosial yang digelontorkan sebesar Rp 24,17 triliun tidak akan sebanding dengan tingkat risiko yang ditanggung atas kebijakan kenaikan harga BBM. Seharusnya pemerintah mau cari cara lain seperti memperbesar defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga rakyat tidak perlu menanggung risiko ekonomi berta akibat kenaikan BBM ini" terang dia. [azz]