Minyak Goreng Mahal Dampak Lonjakan Harga CPO yang Capai 75 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak goreng mengalami kenaikan di berbagai daerah. Kenaikan harga minyak goreng ini terjadi baik pada jenis curah maupun kemasan bermerek.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng di dorong dengan naiknya harga Minyak Sawit Mentah (CPO) sepanjang 2021.

"Berdasarkan data, kenaikan harga CPO mencapai 75 persen (secara YoY). Hal ini yang membuat harga minyak goreng mengalami kenaikan," terang Mamit kepada Liputan6.com, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, Mamit juga melihat bahwa para pengusaha sawit lebih memilih untuk mengekspor produk olahan jika dibandingkan untuk dipasok ke dalam negeri. Hal ini karena harga ekspor lebih menjanjikan jika dibandingkan dengan dalam negeri.

"Kondisi ini membuat pasokan CPO dalam negeri berkurang di tengah lonjakan permintaan dari masyarakat," jelasnya.

"Saya lebih melihat kepada supply and demand terkait kenaikan harga minyak goreng ini. Dimana saat pandemi sedang tinggi-tingginya produksi minyak goreng yang mengalami penurunan yang signifikan," tambah Mamit.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengawasan

Pengunjung melintasi rak minyak goreng yang kosong di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (2/3/2020). Warga berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok hingga masker dan hand sanitizer setelah dua warga Depok positif terinfeksi virus corona. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pengunjung melintasi rak minyak goreng yang kosong di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (2/3/2020). Warga berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok hingga masker dan hand sanitizer setelah dua warga Depok positif terinfeksi virus corona. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Terkait kenaikan harga minyak goreng, Mamit menyarankan kepada pemerintah untuk mengawasi dan kembali meminta pengusaha meningkatkan produksi mereka.

"Selain itu juga, hal yang sama perlu kita atur tata niaga CPO sebagai bahan utama minyak goreng," tambah Mamit.

"Sehingga harganya tidak mengikuti harga CPO CIF Rotterdam," pungkasnya.

Rincian Harga

Pembeli berbelanja dekat kertas pemberitahuan pembatasan pembelian di supermarket Kawasan Cirendeu, Tangsel, Rabu (18/3/2020). Satgas Pangan meminta pedagang membatasi penjualan bahan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan mi instan untuk menjaga stabilitas harga. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pembeli berbelanja dekat kertas pemberitahuan pembatasan pembelian di supermarket Kawasan Cirendeu, Tangsel, Rabu (18/3/2020). Satgas Pangan meminta pedagang membatasi penjualan bahan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan mi instan untuk menjaga stabilitas harga. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dikutip dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis (28/10/2021), lonjakan harga minyak goreng secara nasional terjadi jenis minyak goreng curah, dan minyak goreng kemasan bermerek 2.

Harga minyak goreng curah terpantau naik hingga 0,3 persen atau Rp 50 perak menjadi Rp 16.550 per kilogram.

Harga minyak goreng kemasan bermerek 2 juga naik 0,3 persen atau Rp 50 perak menjadi Rp 16.900 per kilogram.

Per daerah, harga minyak goreng curah mengalami lonjakan paling tinggi di Gorontalo, yaitu Rp 21.850 per kilogram.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel